
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Pada Sharing Session bersama CNBC Indonesia yang mengangkat tema “The Future EV In Mining Industry” di Bimasena, Dharmawangsa, Jakarta, Selasa, (26/8) lalu.
Kepala Staf Kepresidenan era Kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) tersebut menjawab pertanyaan lebih enak mana jadi Jenderal atau Pengusaha.
“Masing-masing punya dimensi, Kalau dimensi pengabdian di TNI itu pengorbanannya melampauilah, apapun diberikan kepada negara dan bangsa,” kata Moeldoko.
“Kalau pengabdian saya di pengusaha, pengabdian saya kepada masyarakat, bagaimana saya bisa menciptakan lapangan pekerjaan. Alhamdulillah sekarang di lingkungan perusahaan kami sudah kurang lebih 600 orang menjadi karyawan, ini sudah menjadi sebuah kebanggaan, sebuah kebahagiaan, bisa sama-sama berkolaborasi, berkontribusi,” ungkap Moeldoko.
Ketika ditanya letak perbedaan menjadi Jenderal dengan Pengusaha, Panglima TNI Periode 2013 hingga 2015 itu mengatakan, Pengabdiannya yang sedikit berbeda.
“Kalau kita di Tentara, kadang-kadang kalau kita lagi operasi bersama-sama anggota kita tidak pernah berpikir, besok mau pulang atau tidak, kan begitu,” urai Moeldoko.
“Tapi kalau di Pengusaha beda berpikirnya, bagaimana memikirkan agar perusahaan ini bisa survive. Karena kita selalu melihat anak-anak kita yang sedang bekerja, jangan sampai ada PHK dan Susah,” jabar Moeldoko.
Kembali disodorkan pertanyaan, kenapa memilih bisnis Mobil Listrik, seberapa menguntungkan bisnis mobil listrik, Peraih Bintang Adhi Makayasa Tri Sakti Wiratama 1981 dari kecabangan infanteri angkatan darat ini menuturkan, Saya belum bisa mengukur itu.
“Sekarang yang penting bisa survive dulu, tapi saya yakin ke depan. Ke Depan Saya punya brand Indonesia, Mobil Anak Bangsa,” ucap Ketum Periklindo ini.
“Dan itu mendapatkan dukungan Pemerintah atas penggunaan TKDN, Saya yakin kedepan akan pasti besar,” tegasnya Optimis. (Deon)





