CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Puluhan rumah warga dan sejumlah fasilitas umum di Kecamatan Kepulauan Marore, Kabupaten Kepulauan Sangihe, mengalami kerusakan akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang terjadi pada Senin (8/6/2026) pukul 07.37 WITA. Warga di sejumlah kampung pun memilih mengungsi ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami dan gempa susulan.
Kapolsek Marore, Ipda Irmawan, mengatakan hingga saat ini tidak terdapat korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kerusakan bangunan tercatat terjadi di Kampung Marore, Kampung Matutuang, dan Kampung Kawio.
Di Kampung Marore, sedikitnya tujuh rumah warga mengalami kerusakan akibat guncangan gempa. Selain itu, sebuah gudang penyimpanan logistik milik kampung juga terdampak.
Sementara di Kampung Matutuang, belasan rumah warga dilaporkan mengalami kerusakan. Gempa juga merusak tiga rumah ibadah, yakni GMIST Nasaret Matutuang, GPDI Alfa Omega Matutuang, dan Masjid Al-Hijrah Matutuang. Sebuah rumah dinas persinggahan Aparatur Sipil Negara (ASN) turut mengalami kerusakan.
Kerusakan paling banyak terjadi di Kampung Kawio. Berdasarkan pendataan sementara, sebanyak 44 rumah warga mengalami kerusakan akibat kuatnya guncangan yang melanda wilayah tersebut.
Pasca-gempa, masyarakat di beberapa kampung memilih meninggalkan rumah dan mengungsi ke kawasan pegunungan serta dataran tinggi. Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk kewaspadaan terhadap kemungkinan terjadinya tsunami maupun gempa susulan yang masih terus dirasakan hingga saat ini.
Meski aktivitas gempa susulan masih berlangsung, kondisi perairan di sekitar wilayah terdampak dilaporkan tetap normal. Namun, dampak lain yang dirasakan masyarakat adalah terputusnya pasokan listrik dan jaringan Telekomunikasi di sejumlah lokasi sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari.
Aparat kepolisian bersama pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan pendataan terhadap kerusakan yang terjadi. Upaya penanganan juga terus dilakukan untuk memastikan kondisi masyarakat terdampak tetap aman dan terkendali.
Pemerintah mengimbau masyarakat agar tetap tenang, meningkatkan kewaspadaan, serta mengikuti informasi resmi dari instansi berwenang. Warga juga diminta tidak mudah mempercayai maupun menyebarkan informasi yang belum terverifikasi guna mencegah timbulnya kepanikan.
Hingga berita ini diterbitkan, proses pendataan kerusakan dan pemantauan situasi pascabencana masih terus berlangsung. Pemerintah dan aparat terkait terus memperbarui data serta melakukan langkah-langkah penanganan sesuai perkembangan di lapangan. (*Anto)





