• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 26 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Proyek Pergantian Jembatan di Essang Talaud Bernilai Rp30,9 M Jadi Sorotan, Progres Dinilai Belum Maksimal

Proyek Pergantian Jembatan di Essang Talaud Bernilai Rp30,9 M Jadi Sorotan, Progres Dinilai Belum Maksimal

07/03/2026
in Tahuna, Talaud
0
Share on FacebookShare on Twitter

 CAHAYASIANG.ID, Talaud – Proyek pergantian sejumlah jembatan strategis di wilayah perbatasan Indonesia, tepatnya di Kecamatan Essang, Pulau Karakelang, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara, kini menuai perhatian masyarakat.

Hingga mendekati akhir masa pelaksanaan pekerjaan, progres pembangunan disebut belum menunjukkan perkembangan yang signifikan.

Proyek yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tersebut memiliki nilai kontrak sekitar Rp30,9 miliar.

Adapun paket pekerjaan tersebut mencakup pembangunan empat jembatan penting, yakni Jembatan Essang 1, Jembatan Malarum Tabang, Jembatan Matane 1, dan Jembatan Pook. Keempat jembatan tersebut merupakan akses vital bagi mobilitas masyarakat serta jalur distribusi barang dan aktivitas ekonomi warga di Pulau Karakelang.

Pekerjaan proyek diketahui dilaksanakan oleh beberapa perusahaan kontraktor, antara lain PT Nugroho Lestari, PT Adhi Mascipta Dwipantara, PT Garis Puti Sejajar, serta PT Panca Prakarsa Muliatama (KSO).

 Mengacu pada papan informasi proyek, masa pelaksanaan pekerjaan dijadwalkan selama 300 hari kalender, terhitung sejak 8 Agustus 2025.
Namun berdasarkan hasil penelusuran di lapangan serta keterangan sejumlah warga setempat, hingga saat ini progres pekerjaan dinilai belum berjalan optimal.

Kondisi tersebut memunculkan berbagai pertanyaan dari masyarakat terkait kelanjutan pembangunan infrastruktur yang menjadi bagian dari program pemerintah pusat di wilayah perbatasan tersebut.

Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengatakan, keberadaan jembatan tersebut sangat penting bagi aktivitas masyarakat sehari-hari.
“Jembatan ini sangat penting bagi aktivitas masyarakat, apalagi untuk akses pelabuhan dan kegiatan perekonomian. Tapi sampai sekarang belum terlihat perkembangan yang maksimal,” ungkapnya dilansir dari media BuserKriminalitas.com, Sabtu (7/3/2026).

Masyarakat berharap adanya perhatian serius dari pemerintah pusat serta instansi terkait untuk memastikan proyek tersebut berjalan sesuai dengan perencanaan.
Selain itu, publik juga mendorong adanya pengawasan dari lembaga pengawas seperti inspektorat maupun aparat penegak hukum guna memastikan penggunaan anggaran negara tetap transparan dan tepat sasaran.

Dengan nilai anggaran yang mencapai hampir Rp31 miliar, proyek tersebut dinilai sangat strategis dalam mendukung konektivitas wilayah perbatasan sekaligus menunjang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Pulau Karakelang.

Media ini juga membuka ruang klarifikasi kepada pihak kontraktor pelaksana maupun instansi terkait untuk memberikan penjelasan resmi kepada publik mengenai progres pembangunan jembatan di Kecamatan Essang.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak pelaksana proyek maupun instansi terkait belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pekerjaan proyek tersebut.

(*Anto)

Post Views: 1,309
Bagikan ini :
Previous Post

Syukuri 1 Tahun Pemerintahan, HHRM Gelar Ibadah dan Buka Puasa Bersama

Next Post

Panitia H2RG P/KB Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi Dua Resmi Dilantik

Next Post

Panitia H2RG P/KB Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi Dua Resmi Dilantik

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In