
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Ada yang menarik di tengah kemeriahan Festival Seni Budaya Sangihe (FSBS) tahun 2025 yang digelar di kawasan Boulevard Kompleks Pelabuhan Tua Tahuna. Selama sembilan hari pelaksanaan, mulai 7 hingga 15 November 2025, salah satu stand yang paling banyak dikunjungi masyarakat ternyata datang dari tempat yang tak biasa, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Tahuna.
Lewat wadah kreatif bertajuk “Karya Dibalik Jeruji” (KADJI), Lapas Tahuna menampilkan beragam produk hasil keterampilan tangan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Mulai dari alat musik khas seperti Juk atau Ukulele (Keroncong) dan Strem Bass tiga tali, hingga karya seni dan kerajinan seperti nampan kayu, miniatur kapal perang, dan berbagai produk bernilai estetika tinggi.

Kepala Lapas Tahuna Iskandar Djamil, S.H., M.H. mengatakan, keikutsertaan dalam festival ini merupakan bagian dari upaya pembinaan kemandirian bagi warga binaan.
“Kami ingin masyarakat melihat sisi lain dari para WBP — bahwa di balik jeruji, ada kreativitas, ada karya, dan ada semangat untuk berubah,” ujarnya kepada Cahaya Siang. Minggu (9/11/2025).
Menariknya, stand Lapas Tahuna juga tampil berbeda dari yang lain. Mengusung tema Seni dan Budaya Sangihe, hampir seluruh bagian stand mulai dari dinding hingga atap dibuat dari bahan bambu dan material ramah lingkungan, memberi nuansa alami yang sejalan dengan semangat pelestarian budaya lokal.

Beberapa pengunjung yang ditemui di lokasi mengaku kagum dengan produk-produk “Kadji Shop” tersebut. Mereka tak menyangka hasil karya warga binaan bisa memiliki kualitas yang tak kalah dengan produk pabrikan.
“Keren! Ukulelenya halus sekali, suaranya juga bagus. Siapa sangka ini buatan warga binaan,” ujar salah satu pengunjung.
Festival Seni Budaya Sangihe tahun ini benar-benar menjadi ruang apresiasi bukan hanya bagi pelaku seni dan budaya, tetapi juga bagi mereka yang tengah menata kembali kehidupan melalui karya. Dari balik jeruji, semangat untuk berkarya terus hidup dan berbunyi lantang lewat nada-nada Keroncong Kadji. (*Anto Harindah)





