
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Warga Kampung Sesiwung, Lindongan II, Kecamatan Manganitu, dikejutkan oleh peristiwa tragis yang terjadi pada Sabtu pagi (22/11/2025). Seorang pria berinisial A.T (52) ditemukan m3nin994l dunia dengan cara g@ntvng diri di dapur rumahnya.
Peristiwa itu pertama kali diketahui sekitar pukul 05.45 Wita, kemudian dilaporkan keluarga kepada SPKT Polsek Manganitu. Kapolsek Manganitu IPTU Robert Supit membenarkan kejadian tersebut dan menyampaikan bahwa timnya langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan para saksi.
Berdasarkan keterangan istri korban, Betty Rosmauly Napitupulu, A.T yang sehari-hari bekerja sebagai ASN dan menjabat bendahara di Kantor Camat Manganitu, pulang kerja seperti biasa pada Jumat (21/11/2025) sekitar pukul 17.30 Wita. Sang istri menyebut suaminya tidak memiliki riwayat penyakit maupun persoalan pribadi.
Malam sebelum kejadian, korban sempat mengobrol bersama istrinya di ruang tamu sebelum beristirahat. Sekitar pukul 01.00 Wita, istri korban bangun untuk ke toilet dan melihat suaminya berada di dapur. Ketika ditanya, korban hanya menyampaikan bahwa ia ingin menghangatkan diri sebelum kembali beristirahat di sofa ruang tamu.

Namun ketika sang istri bangun kembali pada pukul 05.00 Wita, korban sudah tidak berada di sofa. Ia menuju dapur dan mendapati suaminya telah tergantung dengan seutas tali. Dalam keadaan panik, ia segera memanggil anak mereka Abraham Marsito Takasihaeng (14) dan meminta bantuan tetangga. Dua warga, Yunus Marisin (60) dan Stinje Tarimboba (58), ikut membantu menurunkan korban setelah tali dipotong. Jenazah kemudian dibaringkan di ruang tamu menunggu penanganan lebih lanjut.
Tim medis dari Puskesmas Manganitu yang melakukan pemeriksaan awal menyimpulkan bahwa korban telah meninggal dunia 4–6 jam sebelum pemeriksaan dilakukan, serta tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuhnya.
Hingga saat ini motif korban mengakhiri hidupnya belum dapat dipastikan. Baik keluarga maupun saksi menyebut korban tidak menunjukkan adanya perubahan sikap maupun tanda sedang menghadapi tekanan berat.
Polsek Manganitu telah mengambil sejumlah langkah penanganan, antara lain:
Mengamankan lokasi kejadian,
Melakukan olah TKP,
Mengumpulkan keterangan saksi-saksi,
Berkoordinasi dengan tim medis untuk pemeriksaan awal, Membuat laporan polisi dan permintaan Visum et Repertum (VER) serta Mengambil pernyataan penolakan autopsi dari pihak keluarga.
Pihak kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait kasus ini.
(* Anto)






