Untuk diketahui, Ganjar Pranowo, gubernur Jawa Tengah dan I Wayan Koster dari PDI Perjuangan merupakan salah satu yang bersuara menolak tim Israel.
Peneliti MIPOS Yuyun Andriani mengatakan sikap penolakan tim Israel itu juga berpengaruh dengan elektoral PDIP, bukan hanya Ganjar.
“Selain berdampak pada elektabilitas Ganjar Pranowo, batalnya perhelatan Piala Dunia U-20 ternyata juga berpengaruh pada elektabilitas PDI Perjuangan. Jika Pemilu dilaksanakan saat ini sebanyak 18,2% responden mengaku akan memilih PDI Perjuangan. Di posisi kedua, Partai Gerindra dengan elektabilitas 16,9% semakin mengancam dominasi PDI Perjuangan, kemudian disusul Partai Demokrat (10,8%), Partai Golkar (10,5%), Partai Nasdem (8,2%), PKB (7,6%), PKS (7,4%), Partai Perindo (4,9%), PAN (2,3%), PPP (1,9%), Partai-partai lainnya (3,2%) dan tidak tahu atau belum punya pilihan (8,1%),” katanya dalam konferensi pers virtual.
Yuyun mengatakan elektabilitas PDI Perjuangan merosot sebanyak 4% dibanding survei MIPOS di periode sebelumnya.
Dia menilai jika sentimen negatif itu masih terus berlanjut, ada kemungkinan Gerindra akan membalap PDI Perjuangan.
“Dengan demikian tingkat dukungan terhadap PDI Perjuangan merosot sekitar 4% dari survei MIPOS sebelumnya. Jika sentimen negatif terhadap Ganjar dan PDI Perjuangan terus berlanjut bukan tak mungkin Partai Gerindra dapat menyalip elektabilitas PDI Perjuangan di bulan-bulan mendatang,” ujarnya.
Berikut data lengkap hasil survei parpol MIPOS:
PDI Perjuangan 18,2%
Partai Gerindra 16,9%
Partai Demokrat 10,8%
Partai Golkar 10,5%
Partai NasDem 8,2%
PKS 7,4%
Partai Perindo 4,9%
PAN 2,3%
PPP 1,9%
Partai lainnya 3,2%
Tidak tahu 8,1%
Sebagai informasi, MIPOS didirikan oleh beberapa akademisi dan peneliti serta pegiat survei di Jakarta dan sekitarnya. MIPOS adalah anggota Asosiasi Survei Opini Publik Indonesia (ASOPI), yakni asosiasi dari 41 lembaga survei dan ratusan periset opini publik yang bernaung di bawah World Association for Public Opinion Research (WAPOR). (Dego)






