CAHAYASIANG.ID, MANADO – Pemilihan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara telah selesai dilaksanakan dimana Michaela Elsiana Paruntu (MEP) terpilih secara aklamasi sebagai Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Utara (Sulut) periode 2026-2031.
Kini yang tak kalah menariknya adalah persaingan figur-figur calon ketua di kabupaten/kota.
Dan di Kota Manado sendiri, sebagai Ibu Kota Provinsi Sulawesi Utara, satu nama yang mencuat dinilai layak memimpin Partai Golkar Kota Manado yakni Adolfien Wangania.
Politisi perempuan tersebut akan bersaing dengan nama-nama seperti Maykel Damapolii dan Dolfie Daniel Angkouw.
Tugas ketua Golkar Manado ke depan menghadapi agenda Pemilu dan pemilihan kepala daerah.
Sosok Adolfien Wangania, punya kelebihan yakni punya struktur jejaring kuat di masyarakat dan punya basis pendukung fanatik.
Adolfien Wangania sendiri pada beberapa kesempatan sempat disentil media soal peluangnya yang terbuka lebar untuk memimpin Golkar Manado. Namun kematangan berpolitik justru nampak ketika dirinya menjelaskan semua kader potensial memiliki kekuatan dan kans yang sama.
“Golkar ini partai besar dan penuh pengalaman, bisa menciptakan banyak kader potensial dan semuanya punya peluang sama untuk menjadi pemimpin,” ujar Adolfien.
Sejauh ini Adolfien menyatakan akan bersikap loyal dan menunggu instruksi dari aras partai yang lebih tinggi, sambil kata dia memfokuskan diri pada tugas-tugas sebagai wakil rakyat.
“Saya patuh pada amanat partai, selain itu ada yang tidak kalah penting yaitu tetap amanah sebagai anggota DPRD yang mewakili suara rakyat,” ucapnya.
Sementara itu, aktivis James Ferdinan menilai, sosok Adolfien Wangania sangat layak memimpin Partai Golkar Kota Manado.
“Menurut saya, sudah saatnya Golkar Kota Manado dipimpin oleh Perempuan yang tentunya sudah memiliki kapasitas dan kapabilitas yang jelas. Itu ada dalam diri Adolfien Wangania. Apalagi saat ini ia merupakan Anggota DPRD Kota Manado. Selain itu Ketua DPD I Partai Golkar Sulut juga adalah Perempuan. Jadi ini tentu akan menjadi kolaborasi yang solid.” Ujar James yang merupakan Mantan Pimpinan Senat Mahasiswa Fisip Unsrat ini. (*Red)





