Beliau menekankan bahwa salah satu peran penting institusi pendidikan adalah membekali mahasiswa kemampuan memerangi hoaks melalui pemahaman data yang benar.
“Melalui statistik, kita bisa melihat banyak hal yang selama ini diabaikan. Bahkan pemerintah sering salah fokus karena tidak melihat data secara utuh,” ungkap Direktur.
Ia mencontohkan bagaimana data pariwisata, wisatawan domestik, hingga dampak infrastruktur sering tidak dihitung secara menyeluruh padahal sangat berpengaruh terhadap kebijakan.
Direktur juga menegaskan kembali filosofi awal Politeknik sebagai institusi yang harus link and match dengan industri dan dunia kerja.
“Pojok Statistik ini mengembalikan kita kepada visi awal—bahwa mahasiswa harus berbicara berdasarkan data. Dosen pun harus mengacu pada data yang valid sebelum membuat kajian,” tegasnya.
Program Lanjutan: Magang, Kurikulum Data Science, dan Pembinaan Fungsional
Dalam kesempatan tersebut, BPS juga membuka peluang kerja sama lanjutan berupa: Pengembangan kurikulum Data Scientist bersama jurusan terkait, Program pemagangan mahasiswa di lingkungan BPS, Pelatihan Agen Statistik, Pendampingan penyusunan data sektoral Politeknik, Informasi mengenai pembinaan Jabatan Fungsional Statistisi dan Pranata Komputer yang menjadi kewenangan BPS.
Dari BPS Provinsi Sulawesi Utara hadir Bpk Aidil Adha selaku Kepala BPS Sulut, Bpk Bhayu Prabowo – Kepala Bagian Umum, Bpk Hahotan Gagala – Ajudan Kepala BPS, Tim Humas BPS Sulut dan Tim Pojok Statistik BPS Sulut. Sedangkan dari BPS Kota Manado hadir PLT Kepala BPS Manado, Kasubbag Umum BPS Manado, Fungsional Ahli Madya BPS Manado, Tim Pojok Statistik BPS Manado.
Dan dari Politeknik Negeri Manado hadir Direktur Politeknik Negeri Manado – Dra. Marike Alelo, MBA, Wakil Direktur I dan 4 dan Ketua-ketua jurusan.
Kerja sama Politeknik Negeri Manado dan BPS Sulawesi Utara ini menjadi langkah besar dalam meningkatkan kualitas data, literasi statistik, serta memperkuat kompetensi mahasiswa vokasi. Melalui Pojok Statistik, perguruan tinggi kini memiliki akses yang lebih luas terhadap data valid dan dapat dipertanggungjawabkan, mendukung tugas akademik, penelitian, hingga pengambilan kebijakan. (*RS)


