CAHAYASIANG.ID, Manado – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Bidang Kemahasiswaan menggelar kegiatan Sosialisasi Larangan Vape pada Senin, 25 Mei 2026, bertempat di Auditorium Prof. Rudy Tenda. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen Polimdo dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat, tertib, aman, serta bebas dari penggunaan rokok elektronik di lingkungan civitas akademika.
Kegiatan sosialisasi menghadirkan Direktur Politeknik Negeri Manado, Dra. Maryke Alelo, MBA, sebagai narasumber utama. Turut hadir Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Rudolf Estephanus Golioth Mait, ST, MT, Kepala Bagian Akademik, Kemahasiswaan dan Kerja Sama Frits Lalonsang, ST.T, jajaran dosen, serta mahasiswa Polimdo.

Dalam pemaparannya, Dra. Maryke Alelo menegaskan pentingnya membangun kesadaran bersama dalam menjaga kesehatan dan menciptakan budaya kampus yang positif, disiplin, dan produktif. Menurutnya, penggunaan vape tidak hanya berdampak terhadap kesehatan, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas lingkungan belajar di kampus.
“Sebagai institusi pendidikan tinggi, Polimdo memiliki tanggung jawab membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap kualitas hidup. Kebijakan larangan vape merupakan langkah nyata untuk menjaga lingkungan kampus agar tetap aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh civitas akademika,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut juga dijelaskan bahwa vape sering dipromosikan sebagai bagian dari gaya hidup modern dan dianggap lebih aman dibandingkan rokok konvensional. Namun demikian, rokok elektronik tetap memiliki risiko kesehatan serta berpotensi menimbulkan dampak lingkungan melalui limbah elektronik yang dihasilkan.
Karena itu, kebijakan larangan vape di lingkungan kampus bukan sekadar bentuk pembatasan, melainkan langkah edukatif untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa mengenai pentingnya menjaga kesehatan diri dan lingkungan sekitar.
Melalui kampanye #SaveTunasBangsa, Polimdo terus mendorong terciptanya generasi muda yang menerapkan pola hidup sehat, peduli terhadap kelestarian lingkungan, serta mampu menjadi teladan positif di tengah masyarakat.
Kegiatan berlangsung tertib dan interaktif. Para mahasiswa mendapatkan pemahaman mengenai dampak penggunaan vape, aturan kampus terkait larangan rokok elektronik, serta pentingnya peran mahasiswa dalam mendukung terwujudnya kampus yang sehat, nyaman, dan berkualitas. (*RS)





