
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui Jurusan Akuntansi kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian berbasis masyarakat dengan melaksanakan program “Meningkatkan Kemampuan Digital Perpajakan di BUMDes Sejahtera Desa Darunu, Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara Menuju Desa Sadar Pajak”. Kegiatan ini merupakan wujud nyata implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang mengintegrasikan pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Program ini melibatkan dosen Dr. Kiet Tumiwa, SE., MM., Ak., CA, Heidy Pesik, SE., MSA, Jolly Turangan, SH., M.Hum,Ruhiyat, SE., M.Si, Novy J. Kasenda, SE., M.Si, Johana M. Ratag, SE., M.Si, Farida I.S. Wakidin, SE., M.Pd, Treesje L. Runtuwene, SE., MAP, Treesje A. Langi, SE., M.Si, Decire D. Wagiu, SS., M.Hum, Selvie Nangoy, SE., M.Si, Nixon Sondakh, SE., M.Si dan Grace Ropa, SE., M.Si., mahasiswa, Meydeline Mangoal, Apriawati Lehige, Ivonne Dolongseda, Samsia Ananda Putri, dan Febriana Pangemanan, aparat desa, pengurus BUMDes, serta masyarakat sebagai langkah konkret dalam mendukung tata kelola keuangan desa yang transparan dan berkelanjutan.

Transformasi Digital Perpajakan
Fokus utama kegiatan ini adalah meningkatkan literasi dan keterampilan digital aparatur desa serta pengurus BUMDes dalam pengelolaan perpajakan. Dengan semakin berkembangnya sistem administrasi elektronik yang diterapkan pemerintah, seperti e-Faktur dan e-Billing, para pengelola BUMDes diharapkan dapat mengadopsi teknologi tersebut agar pelaporan keuangan dan perpajakan lebih tertib, transparan, dan tepat waktu.
“Kami melihat pentingnya pengelolaan pajak yang baik di tingkat desa, terlebih pada era digital saat ini. BUMDes merupakan motor penggerak ekonomi desa, sehingga kemampuan aparat desa dalam mengelola pajak secara digital menjadi kunci menuju Desa Sadar Pajak,” ungkap Dr. Kiet Tumiwa, SE., MM., Ak., CA, selaku salah satu dosen pendamping.
Melalui pelatihan ini, peserta mendapatkan panduan teknis mulai dari pengenalan sistem perpajakan digital, tata cara pelaporan pajak, hingga penggunaan aplikasi resmi Direktorat Jenderal Pajak.
Peran Mahasiswa dalam Transfer Pengetahuan
Program ini turut melibatkan mahasiswa Jurusan Akuntansi Perpajakan Polimdo, yang berperan mendampingi peserta secara langsung, memberikan simulasi pengisian laporan pajak, serta membantu instalasi aplikasi perpajakan pada perangkat digital.
Menurut Heidy Pesik, SE., MSA, keterlibatan mahasiswa memberi nilai tambah besar, baik bagi desa maupun mahasiswa itu sendiri. “Mahasiswa belajar langsung bagaimana mengomunikasikan ilmu yang mereka pelajari di kampus kepada masyarakat. Dengan begitu, mereka tidak hanya memiliki kemampuan akademis, tetapi juga kepekaan sosial dan keterampilan praktis,” jelasnya.

Sinergi Akademisi dan Aparat Desa
Kegiatan ini mendapat apresiasi dari perangkat desa. Ruddy B. Jacobus, S.Pd., NL.P, Hukum Tua Desa Darunu, menegaskan bahwa pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan. “BUMDes kami terus berkembang, namun pengelolaan pajaknya harus mengikuti aturan terbaru. Kehadiran Polimdo memberi kami pencerahan dan kepercayaan diri untuk mengelola pajak secara profesional,” ujarnya.
Selain pelatihan, tim juga mengadakan diskusi interaktif seputar regulasi pajak terkini serta peluang optimalisasi pendapatan desa melalui tata kelola perpajakan yang baik. Jolly Turangan, SH., M.Hum, menekankan bahwa kepatuhan pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan fondasi tata kelola desa yang bersih dan transparan.
Menuju Desa Sadar Pajak

BUMDes Sejahtera Desa Wisata Darunu merupakan salah satu BUMDes yang berkembang pesat di Minahasa Utara dengan berbagai unit usaha. Melalui program ini, para pengurus diharapkan mampu mengelola kewajiban perpajakan secara mandiri dan akurat.
Partisipasi aktif aparat dan masyarakat desa menjadi bukti bahwa kesadaran pajak dapat dibangun dari akar rumput. Dengan sinergi antara kampus dan desa, lahirlah generasi pengelola BUMDes yang melek digital, profesional, dan berintegritas.
Keberhasilan Desa Wisata Darunu dalam mengadopsi sistem perpajakan digital diharapkan menjadi inspirasi bagi desa-desa lain di Sulawesi Utara bahkan seluruh Indonesia, dalam mewujudkan tata kelola perpajakan yang modern, transparan, dan akuntabel.(*RS)






