
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Komitmen memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan pemerintah daerah kembali ditunjukkan Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melalui pelaksanaan seminar hasil tugas akhir mahasiswa Program Studi D-IV Teknik Informatika yang menghadirkan mitra dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Minahasa Utara, Jumat 31 Juli 2026.
Seminar tersebut menjadi ajang presentasi hasil penelitian mahasiswa atas nama Seraf Fitzgerald Kondoj (NIM 22024176) dengan judul “Pengembangan Sistem Informasi Geografis Berbasis Web (WebGIS) untuk Pemetaan Sebaran Organisasi Masyarakat dan Tokoh Agama di Minahasa Utara.”
Kegiatan dibuka oleh jajaran Jurusan Teknik Elektro Polimdo yang menegaskan pentingnya kolaborasi atau link and match antara perguruan tinggi dengan instansi pemerintah agar hasil karya mahasiswa tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi dapat diterapkan secara nyata untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Ketua Jurusan Teknik Elektro Marson menyampaikan bahwa Polimdo terus mendorong lahirnya inovasi mahasiswa yang dapat dimanfaatkan oleh mitra, baik pemerintah maupun dunia industri. Menurutnya, kerja sama melalui MoU dan PKS akan membuka peluang pengembangan sistem, penelitian lanjutan, program magang, hingga pengabdian kepada masyarakat.
Dalam presentasinya, Seraf Fitzgerald Kondoj menjelaskan bahwa pengelolaan data organisasi masyarakat dan tokoh agama di Kesbangpol Minahasa Utara selama ini masih dilakukan secara semi-manual, sehingga berisiko terhadap kerusakan maupun kehilangan dokumen serta membutuhkan waktu yang cukup lama dalam proses pencarian data.

Melalui aplikasi WebGIS yang dikembangkan, seluruh data dapat dikelola secara digital dan terintegrasi dengan peta interaktif. Sistem tersebut memungkinkan pengguna mengetahui lokasi organisasi masyarakat dan tokoh agama secara cepat, akurat, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan kebijakan.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Minahasa Utara Christo Palandi, SSTP., M.Si., memberikan apresiasi tinggi terhadap inovasi tersebut. Ia menilai aplikasi WebGIS memiliki manfaat strategis bagi pemerintah daerah, khususnya dalam mendukung penyusunan kebijakan berbasis data.
Menurut Christo Palandi, dalam RPJMD Kabupaten Minahasa Utara Tahun 2025–2029 terdapat salah satu program strategis berupa pemberian insentif kepada tokoh agama. Karena itu, keberadaan sistem yang mampu menyajikan data tokoh agama secara akurat akan sangat membantu pemerintah dalam proses verifikasi dan penyaluran insentif secara tepat sasaran.
Selain itu, aplikasi tersebut juga dinilai penting dalam mendukung pemetaan organisasi masyarakat yang nantinya akan dikombinasikan dengan peta potensi konflik sosial. Dengan mengetahui persebaran Ormas dan tokoh agama, pemerintah memiliki instrumen yang lebih baik untuk menjaga stabilitas keamanan, memperkuat kerukunan antarumat beragama, serta mencegah potensi konflik sosial di Kabupaten Minahasa Utara.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi ini karena memberikan kontribusi nyata bagi Kesbangpol Minahasa Utara. Ke depan kami berharap aplikasi ini dapat terus dikembangkan bersama Politeknik Negeri Manado agar semakin sesuai dengan kebutuhan pemerintah daerah,” ujar Christo Palandi.

Ia juga mengungkapkan bahwa pihaknya berencana menambahkan sejumlah fitur, termasuk data jumlah jemaat atau umat yang dilayani setiap tokoh agama sebagai salah satu indikator dalam pemberian insentif.
Sementara itu, pihak Politeknik Negeri Manado menegaskan komitmennya untuk terus mendampingi pengembangan aplikasi melalui kerja sama yang telah dibangun. Kampus juga membuka peluang bagi mahasiswa angkatan berikutnya untuk melakukan penyempurnaan sistem sesuai kebutuhan mitra.
Seminar hasil ini turut dihadiri jajaran Kesbangpol Minahasa Utara, Humas Politeknik Negeri Manado Ivoletti Merlina Walukow, dosen pembimbing Makry Sendjang, ST., MT. dan Anthoinette P. Y. Waroh, ST., MT., para dosen penguji, serta mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Program Studi D-IV Teknik Informatika.
Melalui kolaborasi ini, Politeknik Negeri Manado kembali menunjukkan perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang menghasilkan inovasi aplikatif dan berdampak langsung bagi pelayanan publik, tata kelola pemerintahan, serta pembangunan daerah di Kabupaten Minahasa Utara.(*RS)


