
CAHAYASIANG.ID, Manado — Politeknik Negeri Manado (Polimdo) resmi menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) dengan Internasional Test Center (ITC) dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Lantai 3 Gedung Utama Polimdo. Kegiatan ini menandai langkah penting dalam penguatan kemitraan antara perguruan tinggi vokasi dan lembaga pengembangan kompetensi berstandar internasional.
Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada ITC atas kontribusinya dalam membantu peningkatan kompetensi mahasiswa.
“Terima kasih kepada ITC yang telah membantu mahasiswa kami untuk semakin mengenal dan memahami bahasa Inggris,” ujarnya sambil tersenyum.
“Politeknik Harus Menikah dengan Industri”
Dalam suasana penuh keakraban, Mareyke mengibaratkan hubungan politeknik dan dunia industri layaknya sebuah pernikahan yang membutuhkan komitmen dan tanggung jawab.
“Suatu saat, kita harus menikah dengan industri. Namanya pernikahan, tentu ada komitmen dan tanggung jawab,” ungkapnya.
Ia menyoroti tantangan yang dihadapi politeknik dalam menjaga arah sebagai perguruan tinggi vokasi yang seharusnya fokus pada link and match dengan industri.
Menurutnya, perkembangan akademik yang mendorong dosen mengejar pendidikan S2, S3, hingga meraih jabatan profesor sering kali membuat politeknik terseret ke arus utama akademik.
“Tanpa disadari, politeknik masuk ke arus utama akademik. Padahal sejak awal didirikan untuk membangun link and match dengan industri. Tanpa industri, politeknik ibarat ikan yang dipaksa memanjat pohon,” tegasnya.
Mareyke menjelaskan bahwa perjalanan panjang selama beberapa dekade sempat membuat Polimdo kehilangan arah dari mitra sejatinya.
“Bersyukur, akhirnya kita kembali ke tujuan awal. Saat itu muncul sosok Dirjen Vokasi tahun 2029, Bapak Wikan, yang kembali mengingatkan ‘janji pernikahan’ bahwa politeknik dan industri harus link and match,” tuturnya.
ITC: Dari Penyedia Layanan Menuju Partner Pengetahuan
Dari pihak ITC, hadir CEO ITC Jenny Lee...






