
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Politeknik Negeri Manado (Polimdo) dan Balai Perikanan Budi Daya Air Tawar (BPBAT) Tatelu resmi memperkuat sinergi melalui penandatanganan Memorandum of Agreement (MoA) sebagai langkah strategis membangun kolaborasi di bidang pendidikan vokasi, penelitian terapan, pengembangan teknologi, dan pemberdayaan masyarakat.
Kesepakatan tersebut ditandai dalam kunjungan resmi jajaran BPBAT Tatelu ke Kampus Polimdo, Kamis (9/7/2026). Rombongan dipimpin Kepala BPBAT Tatelu, Christian Maikel Eman, S.IK., M.Sc., didampingi Kepala Subbagian Umum Daud Rumbewas, S.St.Pi., M.Si., Tim Kerja Sama Rian Fintarji, S.Pi., M.Si., Lodwyk Wakkary, S.Sos., M.A.P., Tries Susanti Dama, S.Pi., serta Tim Publikasi Cristi Dipan, S.Tr.Kom.
Kedatangan rombongan disambut Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet Makinggung, S.E., M.Si., bersama Tim Humas Polimdo. Pertemuan kemudian dihadiri Direktur Polimdo Dra. Maryke Alelo, MBA, Wakil Direktur Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Ir. Rudolf Mait, S.T., M.T., serta Wakil Direktur Bidang Akademik Dr. Diane Tangian, S.H., M.Si.
Diskusi yang berlangsung di Teaching Factory (TEFA) Jurusan Pariwisata, Coffee Polimdo, membahas berbagai peluang kerja sama yang diharapkan mampu memperkuat hubungan antara dunia pendidikan vokasi dengan sektor perikanan budidaya.
Kepala BPBAT Tatelu, Christian Maikel Eman, menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kemitraan tersebut. Menurutnya, kerja sama dengan Polimdo menjadi langkah awal yang membuka peluang kolaborasi jangka panjang.
“Ini mungkin kerja sama pertama kami dengan Polimdo. Sebelumnya kami telah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi, seperti Universitas Gorontalo dan Politeknik Negeri Pangkep. Mudah-mudahan kerja sama ini dapat berjalan dengan baik serta memberikan manfaat bagi kedua institusi,” ujarnya.

Direktur Polimdo, Dra. Maryke Alelo, MBA, menegaskan bahwa kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri merupakan bagian dari filosofi pendidikan vokasi yang terus dikembangkan Polimdo melalui konsep link and match.
Menurutnya, lulusan politeknik harus mampu menjadi tenaga profesional yang siap kerja sekaligus memiliki kemampuan menciptakan lapangan pekerjaan.
“Lulusan Polimdo diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja atau pegawai negeri, tetapi juga mampu menciptakan lapangan pekerjaan sendiri,” katanya.
Maryke menjelaskan, kolaborasi dengan BPBAT Tatelu membuka ruang yang luas bagi mahasiswa untuk mengembangkan inovasi dan solusi teknologi di sektor perikanan budidaya.
“Kami berharap ke depan Polimdo tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi dapat bersama-sama dengan Balai menjadi agen pengembangan budidaya perikanan, termasuk mampu menghasilkan bibit ikan yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.
Ia menambahkan, kekuatan BPBAT sebagai pusat pengembangan perikanan dapat dipadukan dengan keunggulan Polimdo di bidang teknologi, energi, dan inovasi sehingga menghasilkan program pendampingan yang berkelanjutan bagi masyarakat maupun dunia usaha.
Kerja sama tersebut juga akan mendukung penerapan Project Based Learning (PBL), di mana mahasiswa memperoleh pengalaman nyata melalui keterlibatan langsung dalam penyelesaian berbagai persoalan yang dihadapi mitra.
Sebagai contoh, Maryke menyebut keberhasilan pendampingan Polimdo di Desa Budo yang berkembang menjadi desa wisata berprestasi melalui pembinaan berkelanjutan hingga memperoleh dukungan pendanaan internasional.
Sementara itu, Christian Maikel Eman memperkenalkan BPBAT Tatelu sebagai Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Perikanan Budi Daya, Kementerian Kelautan dan Perikanan yang memiliki peran penting dalam pengembangan sektor perikanan budidaya nasional.
Melalui penandatanganan MoA ini, Polimdo dan BPBAT Tatelu berkomitmen membangun kolaborasi berkelanjutan dalam penguatan pendidikan vokasi, riset terapan, inovasi teknologi, serta pemberdayaan masyarakat guna mendukung kemajuan sektor perikanan budidaya dan pembangunan daerah.(*RS)



