CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kepulauan Sangihe, lewat Dinas Pariwisata menampilkan pemandangan yang menarik sebab selain kendaraan yang di hiasi dengan pernak pernik dan bunga – bungaan, dalam Parade Kendaraan Hias kali ini juga Bupati Rinny Tamuntuan di dampingi Ungke dan Momo Sangihe, Tumpangi kendaraan tersebut sambil tersenyum melambaikan tangan menyapa semua tamu undangan serta masyarakat yang menyaksikan Tomohon Internasional Flower Festival (TIFF) ini, Pada Sabtu (12/08/23).

Merupakan kebanggaan kita semua masyarakat Sangihe, ketika seorang pemimpin perempuan pertama Tampungan Lawo ini, dengan Pesonanya menampilkan Potensi daya tarik wisata Sangihe kepada dunia luar.
Dengan ikut sertanya Kabupaten Kepulauan Sangihe dalam kegiatan TIFF di Tomohon ini, semakin membuka peluang untuk pertumbuhan dan Perkembangan Pariwisata di Sangihe

Bupati Rinny usai mengikuti parade menuturkan rasa syukur sekaligus bangga bisa turut andil mengangkat potensi daya tarik wisata di daerah yang kini dipimpinnya, yang diaplikasikan kedalam parade kendaraan hias.
“Saya bersyukur dan bangga bisa ada di dalam kegiatan ini untuk mengangkat potensi wisata dari Daerah Sangihe yang kita cintai ini dan di harapkan secara bersama mari kita terus mendukung dan mengembangkan potensi wisata di daerah kita,” tutur Bupati Rinny.
Lebih lanjut Bupati Sangihe ini mengajak generasi milenial untuk bersama-sama mengekspos setiap obyek wisata di Sangihe yang menghadirkan daya tarik sendiri.
“Kita sudah hidup di jaman digitalisasi dimana informasi begitu cepat dibagikan dan diterima. Karena itu Saya mengajak seluruh anak-anakku yang ada di Sangihe, para generasi muda, generasi milenial untuk bersama kita menjual potensi wisata yang ada di daerah kita, melalui media sosial agar semua dunia tahu bahwa di Sangihe tercinta ini ada berbagai lokasi wisata, kebudayaan serta kesenian yang indah dan unik,” ajak Tamuntuan.
Sementara untuk dekorasi kendaraan hias, Kepala Dinas Pariwisata Sangihe, Femmy Montang menyebutkan bahwa ide kreatif tersebut diambil berdasarkan potensi wisata alam dan bahari serta kebudayaan di Sangihe.
“Jadi memang konsepnya kita menampilkan grup masamper sebagai pengiring di depan kendaraan hias, karena masamper ini adalah salah satu kebudayaan daerah kita yang kini telah dipatenkan, “ucap montang.
“Kita juga tetap menghadirkan Burung Niu sebagai ikon utama pada parade kali ini, karena burung ini merupakan satwa endemik yang hanya ada di Sangihe. Selain itu juga, kita tetap memolesnya dengan menampilkan potensi bawah laut dan habitat di dalamnya,” jelas Montang.
Sebagai pembuka acara, sebanyak 4000 orang siswa siswi menampilkan tarian kreasi dan dilanjutkan dengan tarian perang daerah Minahasa yakni Tarian Kabasaran yang disaksikan oleh tamu undangan, baik dari dalam dan luar negeri.

Selanjutnya parade bunga yang ditampilkan secara perorangan dan berkelompok. Kemudian ditutup dengan parade kendaraan hias dari tiap peserta yang ikut berpartisipasi.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia (Menparekraf RI), Dr. H. Sandiaga Salahuddin Uno, BBA, MBA; Ketua DPR RI, Dr. Puan Maharani, S.Sos, Gubernur Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, SE serta penjabat dan undangan lainnya. (*HR)






