
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Saat Konferensi Pers Periklindo Electric Vehicle Show (PEVS) 2025, Rabu (19/3) lalu, Selaku Ketua Umum Moeldoko mengaku optimis bahwa pameran otomotif khusus kendaraan ramah lingkungan itu akan melampaui target total transaksi 400 Milyar Rupiah.
“Kita berharap karena PEVS keempat ini semakin bagus penyelenggaraannya, kita pastikan semakin bagus, maka kita juga menginginkan target-target yang lebih, jadi pengunjungnya 40 ribu, itu target minimum, sementara transaksinya 400 miliar rupiah, saya pikir akan lebih lagi,” ungkap Eks Kepala Kantor Staf Presiden Era Jokowi, dikutip antaranews, Minggu (23/3).
Ia menyampaikan, Target tersebut akan terlampaui sebab antusiasme publik saat ini semakin positif terhadap mobil elektrifikasi, EV memiliki nilai efisiensi yang jauh lebih tinggi ketimbang mobil dengan bahan bakar fosil.
“Masyarakat betul-betul ingin berpindah, karena mereka merasakan dampak positifnya dari penggunaan EV,” ucap Moeldoko.
PEVS 2025 LEBIH DARI 135 MEREK BERPARTISIPASI
PEVS 2025 akan ada lebih dari 135 merek yang berpartisipasi seperti ABC lithium, Astra Honda Motor (AHM), BYD, BMW, Chery, Gesits, Green Tech, Hyundai, Kymco, MG, Mobil Anak Bangsa (MAB), Neta, Presitge Image Motorcars, Seres, Rakata, Volta, hingga Wuling dan ZPT di samping ratusan industri pendukung lainnya.
Pada tahun 2023 lalu, tercatat pengunjung pameran PEVS mencapai 30.850 orang dengan nilai transaksi 379 Milyar Rupiah. Satu tahun setelahnya, angka tersebut naik menjadi 40.550 pengunjung dan total transaksinya mencapai 400 Milyar Rupiah.
Sementara, PEVS 2025 akan diselenggarakan pada 29 April sampai 4 Mei 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Bekerja sama dengan Asiabike Jakarta, acara ini akan menawarkan pameran kendaraan listrik, sepeda motor, sepeda, dan teknologi terkait yang komprehensif.
PEVS BERBAGI INFORMASI PENTING MELALUI PROGRAM B2B, B2C HINGGA B2G
PEVS juga akan menjadi kesempatan penting bagi para pelaku industri, manufaktur, distributor, konsumen, dan pemerintah untuk berinteraksi dan berbagi informasi melalui program B2B (Business to Business), B2C (Business to Consumer), B2G (Business to Government).
Tersedia pula berbagai aktivitas, seminar, hingga gelar wicara yang informatif, untuk mempererat kolaborasi dalam memajukan industri kendaraan listrik di Indonesia.
Melalui program B2B, PEVS memberikan kesempatan untuk membangun jaringan, menjajaki potensi kemitraan, dan menemukan tren industri terkini.
“Ini juga ajang promosi para peserta untuk mempromosikan, ‘ini lah produk saya, ini lah keunggulan-keunggulan produk saya’, kita beri ruang seluas luasnya untuk dapat mempromosikan produknya dengan baik,” kata Moeldoko. (*/Deon)






