• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 17 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Perbedaan SBY-Jokowi, Jusuf Wanandi: SBY “Ragu-Ragu”, Jokowi “Base To Continue”

Perbedaan SBY-Jokowi, Jusuf Wanandi: SBY “Ragu-Ragu”, Jokowi “Base To Continue”

26/05/2023
in Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Aktivis era 1966, peneliti senior Indonesia, dan salah satu pendiri sekaligus anggota Dewan Penyantun Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jusuf Wanandi di acara ROSI Kompas TV, mengungkapkan pandangannya mengenai perbedaan antara Pemerintahan SBY serta Jokowi yang diunggah KompasTV Pontianak, Jumat (26/5/2023).

Di Penghujung Masa Pemerintahan SBY dan Jokowi, Jusuf Wanandi memandang, SBY dalam masa menjadi Presiden selalu terlihat ragu-ragu.

Momen saat Jokowi dan SBY berdiskusi beberapa waktu silam

“Saya lihat bahwa kalau Presiden SBY dulu. Saya menggangap ragu-ragu selalu ya, di masa kepresidenannya dan karena itu pada akhirnya Almost Giving Up,” ujar Dewan Penyantun CSIS kepada host.

Jusuf Wanandi mengatakan, Jadi saya melihat dia itu tidak ada lagi dorongan untuk melakukan perbaikan dan sebagainya.

“Itu kelihatan ketika dia melakukan konvensi tentang Siapa yang akan menjadi Calon Presiden dari pada Partai Demokrat,” ungkap Aktivis Era 1966 tersebut.

Kemudian Dia menjelaskan, mula-mula dia mau laksanakan, sudah kumpul semua, sudah berhenti semua menjadi menteri, Tapi ternyata akhirnya dibatalkan begitu saja.

“Jadi You Can See No God’s, kalau kita melihat Pak Jokowi ini Simple Man. But He Has God’s and not only get’s, He does his world also untuk mencapai ini,” beber Jusuf Wanandi.

Ia pun menambahkan, Itu adalah dia untuk mempertahankan, bahwa Dia ada pengaruh terhadap, Siapa yang akan menggantikan dia.

“Sebetulnya kalau terus terang, kalau mau beraksi You Have To World until The End, itu satu. Tetapi didalam hal beliau ini memang mempunyai sesuatu yang boleh dikatakan, suatu tekanan, suatu dorongan yang kuat untuk menpertahankan supaya masa depannya (Presiden Jokowi) tidak percuma,” tegas Jusuf Wanandi.

Sementara, Jusuf Wanandi melihat, Jadi kita meski melihat usahanya dia, ya orang bilang tentu ini bukan usaha dia pribadi, tapi ada orang-orang sekitarnya mau memperpanjang, mau menggantikan jadi yang ketiga malah, Xi Jinping aja kalah.

“Jadi karena itu saya lihat, The Person him by also to do something, Secure. Bahwa dia itu percuma jadi Presiden,” lanjutnya.

Kemudian Jusuf Wanandi menggarisbawahi, Untuk masa depan, karena itu dia mau ikut campur Siapa yang nantinya jadi kelihatan sekali.

“Kalau melihat dari dia ini orangnya Presiden Jokowi memang saya kira, bahwa dia mau melanjutkan pembangunan ini,” sambungnya.

Secara lugas Aktivis Era 1966 ini menguraikan isi kepalanya tentang Presiden Jokwoi, Dan dia kan sebagai rakyat kecil, dulu merasakan bagaimana ketinggalan mereka. Jadi sekarang He’s trying to do, He’s base to continue as long possible.

Namun saat disentil mengenai perihal Preisden Jokowi mengumpulkan Para Ketua Umum koalisi di Istana Negara, Jusuf Wanandi menjawab, Saya kira tidak, itu adalah semua yang harus dilakukan. (Dego)

Post Views: 2,644
Bagikan ini :
Previous Post

Ketiga Jenazah Korban Lakalantas Disambut Dan Disemayamkan di GMIM Kanaan Winenet

Next Post

Permohonan PK Nomor 128 PK/TUN 2023 masuk MA, Ini Kata KLB Demokrat

Next Post

Permohonan PK Nomor 128 PK/TUN 2023 masuk MA, Ini Kata KLB Demokrat

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In