CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Aktivis era 1966, peneliti senior Indonesia, dan salah satu pendiri sekaligus anggota Dewan Penyantun Centre for Strategic and International Studies (CSIS), Jusuf Wanandi di acara ROSI Kompas TV, mengungkapkan pandangannya mengenai perbedaan antara Pemerintahan SBY serta Jokowi yang diunggah KompasTV Pontianak, Jumat (26/5/2023).
Di Penghujung Masa Pemerintahan SBY dan Jokowi, Jusuf Wanandi memandang, SBY dalam masa menjadi Presiden selalu terlihat ragu-ragu.

“Saya lihat bahwa kalau Presiden SBY dulu. Saya menggangap ragu-ragu selalu ya, di masa kepresidenannya dan karena itu pada akhirnya Almost Giving Up,” ujar Dewan Penyantun CSIS kepada host.
Jusuf Wanandi mengatakan, Jadi saya melihat dia itu tidak ada lagi dorongan untuk melakukan perbaikan dan sebagainya.
“Itu kelihatan ketika dia melakukan konvensi tentang Siapa yang akan menjadi Calon Presiden dari pada Partai Demokrat,” ungkap Aktivis Era 1966 tersebut.
Kemudian Dia menjelaskan, mula-mula dia mau laksanakan, sudah kumpul semua, sudah berhenti semua menjadi menteri, Tapi ternyata akhirnya dibatalkan begitu saja.
“Jadi You Can See No God’s, kalau kita melihat Pak Jokowi ini Simple Man. But He Has God’s and not only get’s, He does his world also untuk mencapai ini,” beber Jusuf Wanandi.
Ia pun menambahkan, Itu adalah dia untuk mempertahankan, bahwa Dia ada pengaruh terhadap, Siapa yang akan menggantikan dia.
“Sebetulnya kalau terus terang, kalau mau beraksi You Have To World until The End, itu satu. Tetapi didalam hal beliau ini memang mempunyai sesuatu yang boleh dikatakan, suatu tekanan, suatu dorongan yang kuat untuk menpertahankan supaya masa depannya (Presiden Jokowi) tidak percuma,” tegas Jusuf Wanandi.
Sementara, Jusuf Wanandi melihat, Jadi kita meski melihat usahanya dia, ya orang bilang tentu ini bukan usaha dia pribadi, tapi ada orang-orang sekitarnya mau memperpanjang, mau menggantikan jadi yang ketiga malah, Xi Jinping aja kalah.
“Jadi karena itu saya lihat, The Person him by also to do something, Secure. Bahwa dia itu percuma jadi Presiden,” lanjutnya.
Kemudian Jusuf Wanandi menggarisbawahi, Untuk masa depan, karena itu dia mau ikut campur Siapa yang nantinya jadi kelihatan sekali.
“Kalau melihat dari dia ini orangnya Presiden Jokowi memang saya kira, bahwa dia mau melanjutkan pembangunan ini,” sambungnya.
Secara lugas Aktivis Era 1966 ini menguraikan isi kepalanya tentang Presiden Jokwoi, Dan dia kan sebagai rakyat kecil, dulu merasakan bagaimana ketinggalan mereka. Jadi sekarang He’s trying to do, He’s base to continue as long possible.
Namun saat disentil mengenai perihal Preisden Jokowi mengumpulkan Para Ketua Umum koalisi di Istana Negara, Jusuf Wanandi menjawab, Saya kira tidak, itu adalah semua yang harus dilakukan. (Dego)






