CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Menkumham Yassona Laoly di acara yang dipandu oleh host Karni IIlyas memberikan pandangannya terhadap pernyataan Rocky Gerung “Itu Bajingan Yang Tolol” kepada Presiden Jokowi.

“Tidak ada satu katapun tentang Penghinaan, tetapi penyerangan harkat dan martabat,” kata Yassona Laoly menjelaskan pernyataan ‘Itu Bajingan Yang Tolol’ Rocky Gerung ke Jokowi dalam perspektifnya, dikutip, Senin (7/8/23).
Secara Gamblang, Menkumham memberikan Analogi, Lebih baik mati berkalung tanah daripada menanggung malu.
“Apakah kita tidak menghargai Presiden kita seperti itu? Presiden bilang waktu kita ngumpul. Saya sudah biasa dihina, ndak apa-apa pasal ini dihilangkan. Tetapi apakah kita tidak memikirkan Presiden-Presiden yang akan datang di Republik ini?,” ujar Yassona Laoly bertanya balik.
Dengan tegas, Yassona Laoly mengatakan, Sebagai bangsa yang beradab berdasarkan Pancasila I Can not let that go.
“Kita sebagai bangsa beradab, disini dikatakan juga harus tertulis. Kita pribadi saja yang tidak Presiden, yang tidak dipilih 100 Juta katakan rakyat Indonesia. Kalau diserang kehormatan kita, kita menuntut, konon lagi seorang Kepala Negara,” sambungnya.
Prihatin melihat Caci Maki liar semakin berkembang di Ruang Publik, Dia juga mengingatkan, Saya rasa kita menjadi bangsa yang tidak beradab.
“Kalau adek-adek setuju dengan itu? Sorry kebebasan yang sebebas-bebasnya, bukan kebebasan, tetapi anarki. Saya ulangi, kebebasan yang sebebas-bebasnya, bukan kebebasan, tetapi anarki,” lanjutnya. (Dego*)






