Setelah itu, Dirinya berpendapat, Terkait Janji Prabowo Subianto memberikan makan gratis kepada murid sekolah dan ibu hamil, hanya solusi jangka pendek.
“Prabowo seharusnya lebih berfokus untuk membuka lapangan kerja lebih luas. Untuk membantu orang miskin memperoleh kerja. Program yang lebih bagus untuk mereka adalah penciptaan lapangan kerja,” jawab Tauhid Ahmad.
Kembali ke Bhima Yudhistira, Prabowo Subianto masih punya hutang untuk menjelaskan lebih detail soal program kerjanya yang diklaim pro rakyat seperti Jokowi.
Secara gamblang, Direktur Center of Economics and Law Studies itu menyarankan,
Prabowo Subianto bersama timnya harus menjelaskan dari mana sumber biaya pelaksanaan kebijakan itu.
“Sebab kalau tidak, justru akan menjadi blunder karena pengusaha akan khawatir pajaknya bakal dinaikkan. Ini justru bisa jadi blunder,” ucap Bhima Yudhistira.
ANIES BASWEDAN
Bergeser ke bakal calon presiden dari Koalisi Perubahan Anies Baswedan, Direktur Center of Economics and Law Studies tersebut melihat, Mantan Gubernur Jakarta itu belum memaparkan secara konkret program kerja yang ingin dijalankan.
Bhima Yudhistira menilai Anies Baswedan selama ini, lebih banyak mengkritik kebijakan Pemerintah Jokowi. Kritik itu wajar, sebab koalisi Anies Baswedan mengusung tema perubahan.
Tetapi, Direktur Center of Economics and Law Studies itu mengaku, Belum melihat solusi ditawarkan Anies Baswedan untuk membenahi pemerataan pembangunan pada era Jokowi.
“Kritik itu yang kurang adalah bagaimana solusinya, Rekomendasinya apa, dan Program aksinya apa,” ujar Bhima Yudhistira.






