CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Penerimaan rapor semester ganjil di SMP Negeri 6 Tahuna, Selasa (16/12/2025), berlangsung berbeda dari biasanya. Sekolah ini secara khusus melibatkan para ayah siswa untuk hadir langsung mengambil rapor anak mereka sebagai bentuk dukungan terhadap Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR).
Gerakan GEMAR merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN Nomor 14 Tahun 2025, yang ditandatangani Menteri BKKBN Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd. Melalui edaran tersebut, pemerintah mengajak seluruh ayah di Indonesia untuk terlibat langsung dalam momen penerimaan rapor anak di akhir semester, mulai dari jenjang PAUD, pendidikan dasar, hingga pendidikan menengah, yang pelaksanaannya dimulai Desember 2025 dan disesuaikan dengan jadwal sekolah masing-masing.
Gerakan ini lahir sebagai ikhtiar memperkuat ikatan emosional (bonding) antara ayah dan anak, menumbuhkan motivasi belajar, serta memastikan tumbuh kembang anak berjalan secara optimal. Kehadiran ayah di sekolah diyakini menjadi hadiah berharga bagi masa depan anak.
Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan Kemendukbangga BKKBN, Annisa Nurul Hikmah dan Nelfi Manamuri, yang secara langsung menyaksikan proses penerimaan rapor oleh para ayah dari masing-masing siswa.
Kepada media Cahaya Siang, Annisa Nurul Hikmah menyampaikan bahwa Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak juga menjadi bagian dari upaya mendukung penguatan peran ayah dalam pengasuhan anak. Menurutnya, gerakan ini sejalan dengan salah satu program unggulan Kementerian BKKBN, yakni Gerakan Ayah Teladan Indonesia (GATI).
“Melalui kehadiran ayah dalam momen penting pendidikan anak seperti penerimaan rapor, diharapkan peran ayah dalam pengasuhan semakin kuat dan anak merasa lebih diperhatikan serta termotivasi,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 6 Tahuna, Lidya Makaduro, S.Th, menyambut baik pelaksanaan GEMAR di lingkungan sekolah yang dipimpinnya. Ia mengungkapkan bahwa keterlibatan ayah dalam dunia pendidikan anak memberikan dampak positif, tidak hanya bagi prestasi akademik, tetapi juga bagi pembentukan karakter dan kepercayaan diri siswa.
“Kami sangat mengapresiasi para ayah yang meluangkan waktu untuk hadir di sekolah. Ini menjadi contoh nyata bagi anak-anak bahwa pendidikan adalah tanggung jawab bersama, baik ayah maupun ibu,” kata Kepsek Lidya.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, SMP N 6 Tahuna berharap dapat turut berkontribusi dalam mewujudkan keluarga yang lebih kuat, lebih dekat, dan lebih bahagia, sebagaimana semangat yang diusung dalam Gerakan Ayah Mengambil Rapor Anak ke Sekolah (GEMAR). (*Anto Harindah)





