CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Hasan Nasbi menyatakan akan ada tekanan hebat pada Ganjar Pranowo kalau dirinya tidak maju calon presiden di 2024.

Pendiri Cyrus Network itu meyakini, bahwa para relawan Ganjar akan mendorong, Ganjar untuk berpisah dengan Megawati dan PDI Perjuangan.
“Ya kan ada yang mengusulkan seperti begitu, Relawan-Relawan Ganjar kan mengusulkan seperti itu. Kalau Ganjar tidak diterima oleh PDIP, lompat pagar saja,” ujarnya.
Sambung Hasan Nasbi, Lompat pagar saja, jadi Capres di KIB (Koalisi Indonesia Bersatu). Dan ada orang berteori KIB ini dibangun untuk pencapresan Ganjar, yang saya mau bilang kita itu kadang-kadang ingin mengcreate pemimpin, sekaligus mengcreate pengkhianat.
“Jadi misanya begini, pokoknya Ganjar harus Capres dari PDIP. Kalau Ganjar tidak jadi Capres lawan saja Ibu Mega, tapi kita lupa sejarahnya Ganjar sama Ibu Mega gimana,” tambahnya.
Sementara, Hasan Nasbi berkata, Tinggal dirumah ibu, Dia dibesarkan oleh ibu, dibangun kariernya di Support oleh ibu dan Mendiang Pak Taufik Kiemas, didorong menjadi calon gubernur dimenangkan oleh Ibu, oleh Ibu Puan juga, oleh Pak Taufik Kiemas juga waktu itu.
“Begitu tiba maunya jadi capres, dan maunya tidak kejadian, kita suruh lawan saja ibu itu. Yang kedua disuruh dia lompat pagar misalnya, disuruh dia ditampung ke KIB. KIB taruhlah misalnya dipaksa, pokoknya dipaksa dengan segala kekuatan politik,” ungkapnya.
Menurut saya, itu pasti ditolak. Logika saya pasti ditolak begini, ini partai-partai disuruh menampung orang yang bukan kader dia, yang tidak dibesarkan dengan cara Golkar, PAN atau PPP. Tiba-tiba dicapresi disini, dan dia harus baku hantam dengan PDIP, dan bermusuhan.
“Sudah menampung barang orang, disuruh berantem sama PDIP untuk urusan yang bukan, urusan mereka. Menurut saya tak logis itu, dan menurut saya takkan ditampung,” jelasnya.
Setelah itu, Pendiri Cyrus Network itu menekankan, Oke lah ditekan, Nah inikan ada kasus. Nanti disuruh, mau saja diterima, nanti pada satu titik akan orang sampai pada rasionalitas masing-masing, partai ini akan sampai pada rasionalitas masing-masing.
“Ini bukan orang kita, disuruh kita tampung. Tapi gara-gara kita tampung orang ini, kita berkelahi dengan induknya, sama ibunya. Yang kira-kira berkelahinya, tidak gampang. Dan pahit juga hitung-hitungannya, dan dalam perjalanan diklaim lagi sama Ibunya, dan kita dapat apa,” bebernya dalam diskusi bersama teman dekat mendiang Taufik Kiemas yaitu Zulfan Lindan.
Lanjut Hasan Asbi, Menurut saya, orang politik tidak sepolos itu berhitungnya. Kalau sekarang joged-joged iyalah kita dukung Ganjar, itu bagian dari joged-joged saja. Begitu juga PPP bilang kita dukung Ganjar, sama itu juga bagian dari joged-joged saja.
“Ini sudah tampung barang orang, disuruh ribut pula sama ibunya. Dan tidak enak ribut sama PDIP buat partai manapun, tidak enak,” katanya.
Tambah Hasan Asbi, Dan partai yang terlatih endurance nya untuk ribut, kalau partai lain endurance nya terlatih untuk memerintah, bukan terlatih buat ribut.
“Kalau ini terlatih buat jadi opisisi, buat Fighting ya. Pokoknya tidak enaklah, kecuali ribut buat kepentingan partai masing-masing oke lah, tapi ini ribut buat menampung barang orang,” tutupnya. (*Dego)





