CAHAYASIANG.ID, SULUT – Perkembangan ekspor dan impor wilayah Sulawesi Utara (Sulut) dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Sulut dalam Berita Resmi Statistik pada Kamis, (15/06/23).

Norma O.F. Regar selaku Fungsional Statistisi Ahli Madya BPS Provinsi Sulut menyampaikan hasil paparan mengenai nilai ekspor dan impor Sulawesi Utara pada Mei 2023.
Dari data yang ada, nilai ekspor nonmigas Sulawesi Utara pada Mei 2023 mencapai US$ 58,14 juta, sementara nilai impor mencapai US$ 22,99 juta.
Untuk itu neraca perdagangan Sulawesi Utara pada bulan Mei 2023 mencatat surplus sebesar US$ 35,15 juta. Komoditas ekspor nonmigas terbesar pada periode tersebut masih didominasi oleh lemak dan hewani/nabati (HS 15) dengan nilai ekspor sebesar US$ 31,54 juta atau 54,25 persen dari total ekspor.
Dan untuk komoditas impor terbesar adalah bahan bakar mineral (HS 27) dengan nilai impor sebesar US$ 12,80 juta atau 55,67 persen dari total impor.
Sementara mengenai tujuan ekspor, Belanda menjadi negara dengan tujuan ekspor terbesar di Sulawesi Utara. Tercatat pada bulan Mei 2023 dengan nilai sebesar US$ 16,77 juta atau 28,84 persen dari total ekspor. Sedangkan Singapura merupakan negara asal impor terbesar pada bulan Mei 2023, dengan nilai impor mencapai US$ 7,85 juta atau 34,15 persen dari total impor.
Hal ini tentu menjadi gambaran positif bagi pertumbuhan perekonomian di Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Olly Dondokambey dan Steven Kandouw selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Sulut.
Dari data tersebut menunjukkan pertumbuhan ekspor yang baik dan surplus neraca perdagangan yang menguntungkan di Sulawesi Utara.
Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Utara tak henti-hentinya melihat, memantau serta mengumumkan data terkait untuk memberikan informasi yang akurat. Karena berdasarkan data tersebut tentu akan bisa menjadi patokan bagi suatu daerah untuk membuat perencanaan dan pengambilan keputusan ekonomi. (*Donny)






