
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Terkait dengan Perayaan Natal Nasional 2024 yang akan dilangsungkan di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan surat keputusan Kementerian Agama perayaan Natal Nasional tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 2024 batal dilaksanakan.
“Pemerintah Provinsi Sulut baru saja menerima informasi pembatalan tersebut dari Panitia Nasional. “Padahal Pemerintah Provinsi Sulut sudah siap untuk menjadi tuan rumah. Tapi mungkin ada berbagai pertimbangan, sehingga perayaan Natal Nasional itu akhirnya dilaksanakan di Jakarta,” ujar Kepala Dinas Kominfo Sulut Steven Liow, Minggu (08/12/2024).
Ketua Umum Panitia Natal Nasional Thomas Djiwandono, mengatakan perayaan Natal Nasional akan dilaksanakan di Jakarta pada 28 Desember 2024.
Hal ini disampaikannya saat beraudiensi dengan Majelis Pekerja Harian Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (MPH-PGI) di Grha Oikoumene, Jakarta, Jumat (6/12/2024).
“Perayaan Natal Nasional 2024 hendaknya menjadi momentum untuk mengingatkan kita akan kehadiran Kristus yang membawa damai, tidak hanya kepada manusia, tetapi juga alam semesta” ujar Pdt. Gomar Gultom kepada Ketua Umum Panitia Natal Nasional 2024 Thomas Djiwandono, yang turut didampingi Koordinator Bidang Puncak Acara Chatarina Girsang, Wasekum Yustinus Prastowo, Bendahara Wiwin Istanti dan Mei Ling.
Lanjut Ketum PGI, Perayaan Natal Nasional 2024, hendaknya juga menjadi momentum kesatuan umat Kristen.
“Dulu ada Natal Nasional yang dilakukan oleh Korpri, tapi setelah dipegang pemerintah ada tradisi yang sangat baik bagi Katolik dan Protestan, bisa secara bergantian. Sehingga ada kesepahaman untuk berjalan bersama. Tema yang dipakai juga mengikuti tema yang dikeluarkan oleh PGI-KWI,” pungkasnya.
Pdt. Gomar Gultom juga mengingatkan apa yang diwariskan TB. Silalahi terkait perayaan Natal Nasional, yang selalu meramu perayaan Natal sedemikian rupa sehingga dapat berjalan dengan baik.
“TB Silalahi dalam susunan acara membuatnya tidak ibadah tetapi berupa perayaan didalamnya ada nyanyian, dan pesan Natal disampaikan tidak dalam khotbah tetapi narasi. Mohon ini juga dipertimbangkan panitia,” ucapnya.
Selain itu, ia pun mengingatkan pula agar ornamen-ornamen perayaan Natal betul-betul menggunakan dan menggambarkan kekayaan budaya Indonesia.
“Ornamen-ornamen Natal hendaknya bisa menggunakan kekayaan budaya kita, jangan kita meniru budaya Barat,” tandas Pdt. Gomar Gultom, seraya menegaskan dukungan PGI terhadap perayaan Natal Nasional 2024 ini.
Hal senada juga disampaikan Ketum PGI terpilih Pdt. Jacklevyn Fritz Manuputty.
“Perayaan Natal Nasional dimasa rekonsiliatif ini, mendatangkan kebaikan tidak hanya bagi umat Kristen tetapi juga bangsa Indonesia.” kata Pdt Jacklevyn.
Thomas Djiwandono mengapresiasi semua masukan yang disampaikan oleh MPH-PGI.
“Masukan yang sangat baik, kami akan coba formulasikan di susunan acara. Soal budaya Nusantara itu luar biasa,” ujar Wakil Menteri Keuangan RI ini.
Sebelumnya, Thomas Djiwandono melaporkan berbagai persiapan kegiatan, termasuk tema yang diangkat tahun ini, “Kembali ke Betlehem”, sebagai refleksi atas nilai-nilai kasih, damai, keadilan, dan kesederhanaan.
“Kami mengimplementasikan tema ini dengan semangat bakti sosial kemanusiaan dan ekologis, terinspirasi oleh pesan kunjungan Paus Fransiskus,” tandasnya. (*Red)






