CAHAYASIANG.ID, MINUT – Bupati Minut Joune Ganda SE MM MAP M.Si dan Wakil Bupati Minut Kevin Wiliam Lotulung SH MH menunjukan kepedulian yang besar terhadap 600-an orang pengungsi dari Tagulandang yang tiba di Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara Rabu, (01/05/2024).

Pengungsian ini akibat erupsi Gunung Ruang yang kembali terjadi Selasa, (30/04/2024) dini hari.
Pemkab Minut bahu membahu bersama unsur terkait yang terdiri dari Kapolsek Likupang Danramil 1310-03 Likupang(diwakili Babinsa)Danpos AL, Perhubungan, Satpol PP, BPBD Minut, BPNPB Provinsi, Pemdes Munte, Pendeta Ketua Wilayah Serei bersama Para Pendeta Wilayah Serei, Pelsus Panji Yosua dan sejumlah keluarga pengungsi menjemput pengungsi dan langsung dibawa ke lokasi penampungan yaitu Pelabuhan Wisata Desa Munte.
Terkait pengungsi yang baru tiba di Likupang akibat erupsi Gunung Ruang susulan yang lebih dahsyat, Bupati Minut Joune Ganda mengatakan.
“Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara siap menerima pengungsi dari Tagulandang dan telah mempersiapkan lokasi penampungan di Pelabuhan Wisata Munte yang memiliki fasilitas yang cukup memadai. Pemkab juga menyiapkan persediaan makanan dan layanan kesehatan bagi pengungsi,” kata Bupati Joune Ganda.

Terpisah, Camat Likupang Barat Maykel Parengkuan SSTP saat dihubungi menyampaikan, dirinya bersama pihak terkait lainnya, menjemput pengungsi yang mendarat di Dermaga Desa Munte pukul sekira pukul 22.15 wita.
“Sedang didata jumlahnya, tapi sampai dengan pukul 23.00, data sementara sudah mencapai 600-an orang. Sementara dari hasil pantauan, kondisi para pengungsi terlihat dalam keadaan baik. Mereka langsung dijemput dan diarahkan oleh pemerintah Kecamatan Likupang Barat berkoordinasi dengan unsur terkait ke Lokasi penampungan di kompleks Pelabuhan Wisata Desa Munte yang telah disediakan oleh Pemkab Minut,” terang Parengkuan.
Lanjut dikatakan Parengkuan, “Penjemputan dan penanganan pengungsi ini dibawah komando dari Bupati Joune Ganda yang sangat peduli dengan keberadaan para pengungsi. Kami semaksimal mungkin berusaha meringankan beban para pengungsi. Berusaha membuat mereka merasa nyaman, apalagi kondisi psikologis para pengungsi pasti terpukul dengan adanya musibah erupsi Gunung Ruang ini,” katanya seraya menyampaikan penjemputan ini juga langsung melibatkan Nakes dari Puskesmas Mubune.
Beberapa wanita, diantaranya, menyampaikan terima kasih kepada Bupati Minut Joune Ganda yang sudah memfasilitasi pengungsian.
“Kami berterima kasih kepada Bupati Minut dan jajarannya yang sudah membantu proses evakuasi warga Kecamatan Tagulandang hingga boleh diterima di Minut dan membantu segala sesuatu keperluan kami, bahkan sampai dengan obat-obatan,” ucap seorang wanita salah satu pengungsi.
Diketahui, Gunung Ruang yang terletak di Kecamatan Tagulandang Kabupaten Sitaro Sulut itu kembali meletus pada Selasa, (30/04/2024)) dini hari. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) langsung menetapkan status Awas terhitung mulai pukul 01.30 Wita.

Hal ini berdasarkan hasil pemantauan visual dan instrumental yang menunjukkan terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik pada Gunung Ruang, maka tingkat aktivitas Gunung Ruang dinaikkan dari Level III (Siaga) menjadi Level IV (Awas).
Akibat dari erupsi ini gelombang pengungsian yang difasilitasi oleh Pemprov Sulut terjadi. Ada sejumlah daerah tujuan pengungsi, salah satunya di Minut yang menerima cukup banyak pengungsi. (Rubby Worek)






