
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Kasus pembunuhan sadis di Kepulauan Sangihe yang menewaskan seorang ibu dan anak berhasil diungkap oleh Polres Kepulauan Sangihe. Pelaku berinisial MFM alias Fikram, yang diketahui sebagai kekasih gelap korban, ditangkap saat mencoba melarikan diri menggunakan kapal laut malam Sabuk Nusantara. Keberhasilan pengungkapan ini menunjukkan kesigapan aparat kepolisian dalam merespon kasus yang menggemparkan masyarakat Sangihe.
Kapolres Kepulauan Sangihe, AKBP Abdul Kholik, S.H, S.I.K, M.A.P, dalam konferensi pers yang digelar di Aula Sanika Satyawada pada hari Sabtu (23/11/2024), menjelaskan bahwa kasus ini diduga bermotif asmara dan kecemburuan. Hubungan antara pelaku dan korban yang dimulai sejak tahun 2019 menjadi pemicu konflik yang berujung pada tragedi tersebut. Menurut Abdul Kholik, hubungan keduanya tidak memiliki status resmi, dan sering terjadi percekcokan sebelum akhirnya insiden tragis ini terjadi.
Pembunuhan ini tergolong sadis dan diduga telah direncanakan sebelumnya. Pelaku datang ke rumah korban dengan membawa senjata tajam berupa parang, yang menunjukkan niat jahat. Korban sempat memberikan perlawanan, tetapi akhirnya tewas bersama anaknya di lokasi kejadian. Aksi brutal ini membuat masyarakat di Kepulauan Sangihe merasa terguncang dan marah.

Beruntung, pelaku tidak dapat melarikan diri jauh. Berkat informasi dari masyarakat dan kerja sama cepat antara Resmob Polres Kepulauan Sangihe dan Polda Sulawesi Utara, pelaku berhasil diamankan sebelum kapal yang dinaikinya merapat di pelabuhan tujuan. Keberhasilan penangkapan ini menjadi bukti pentingnya sinergi antara aparat penegak hukum dan warga setempat dalam menjaga keamanan.
Pelaku kini ditahan dan dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. Ancaman hukumannya adalah hukuman mati atau penjara seumur hidup, mengingat tingkat kekejaman dalam tindakannya. Selain itu, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk parang yang digunakan pelaku untuk melakukan pembunuhan. Barang bukti ini akan digunakan untuk memperkuat proses hukum di pengadilan.

Kapolres Abdul Kholik mengapresiasi peran masyarakat yang secara aktif memberikan informasi untuk mempercepat penangkapan pelaku. Ia menegaskan bahwa kerja sama antara warga dan kepolisian merupakan elemen penting dalam pengungkapan kasus kriminal seperti ini. “Kami tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat,” ujar Kapolres.
Kasus ini kini menjadi perhatian publik, terutama karena kekejaman yang dilakukan pelaku. Selain memeriksa motif asmara, polisi juga mendalami kemungkinan adanya motif lain serta kondisi psikologis pelaku yang mendorong tindakan tersebut. Proses hukum terhadap pelaku akan terus diawasi, sementara keluarga korban mendapatkan perhatian dan dukungan dari pihak berwenang serta masyarakat. (*Anto)





