CAHAYASIANG.ID OPINI : PDI Perjuangan masih mendominasi politik di Sulawesi Utara. Terbukti, partai berlambang Banteng tetap kokoh dan hampir sapu bersih kemenangan di pemilihan legislatif hingga DPRD tingkat II, Artinya, masyarakat Sulut masih sangat percaya dengan kepemimpinan moncong putih.

Penulis adalah Aktivis, GM Media Online
CahayaSiang.id dan Koordinator Umum
Tim Wartawan Ba Carita Sulut serta
Pemimpin Redaksi SKH Nyiur Post /
Nyiur Media Group
Sehingga ke depan, PDIP diprediksi masih sangat kuat dan akan mendominasi Pilkada di Sulut, Kalau hari ini kita melihat bahwa Pak Prabowo menjadi presiden ini sebenarnya adalah sebagai bentuk penghormatan karena memang Pak Prabowo dirindukan untuk memimpin Indonesia.
Tetapi Pemilu kali ini, kita harus jujur bahwa apa yang terjadi saat ini adalah dominasi Banteng dalam pemerintahan di Sulut masih kuat. Artinya siapa pun nantinya yang akan jadi calon gubernur ke depan sinergitas pemerintahan di kabupaten kota dan provinsi PDIP masih akan menjadi dominasi pemerintahan di Sulawesi Utara.
Hal ini terlihat dari skema pemilihan di kabupaten kota dengan hasil suara terbanyak untuk kabupaten kota.
Hal ini otomatis ketua DPRD kabupaten kota dikuasai oleh PDIP selanjutnya untuk pemilihan Gubernur akan lebih condong kepada sosok yang nanti diusung PDIP, Dominasi ini jelas akan mempengaruhi dukungan paling banyak tentu saja kepada PDIP tentunya.
Belajar apa dan bagaimana sehingga menghadirkan figur-figur di daerah kabupaten kota yang betul-betul mumpuni, Salah satu contoh, Sekretaris DPD PDIP Sulut Reza Rumambi.

Meski bertarung di dapil maut Singkil-Mapanget, Reza Rumambi yang merupakan pendatang baru langsung menyegel kursi DPRD Manado, Ini tak lepas dari kapabilitas mumpuni yang dimiliki Reza Rumambi.
Pemilu 2024 di Sulut terbilang sukses. Meski, hingga kini masih ada riak-riak dan isu hoaks yang menyerang penyelenggara, seperti KPU dan Bawaslu, Meski begitu tingkat kepuasan publik sangat tinggi terhadap kinerja penyelenggara.
Isu hoax dan adanya hasutan dari beberapa orang yang sejujurnya ingin merusak Citra demokrasi ini menjadi ancaman bagi rakyat Sulawesi Utara kalau di daerah-daerah sebagian besar proses titik ini sudah semakin diterima. Karena tidak ada jalan lain selain proses demokrasi sendiri yang mampu melahirkan wakil rakyat dan mampu melahirkan pemimpin daerah yang memiliki pengakuan masyarakat lewat proses pemilihan secara langsung.
Proses politik hari ini adalah proses yang cukup berjalan dengan baik dan kedepan ancaman isu hoaks dan dikotominya elit partai dan sebagainya ini harus dikurangi karena masyarakat tentu sudah cerdas memilih siapapun pilihan kita apapun latar belakangnya fakta membuktikan figur sangat menentukan dalam mewakili hati rakyat maupun menjadi pemimpin.
Tetapi juga kondisi wilayah yang baik yang toleran yang mau hidup rukun dan damai harus dijaga dan dipelihara karena kita tahu bahwa sulawesi utara adalah laboratorium kerukunan dan toleransi, Pemilihan di bulan ini telah melahirkan kader-kader pemimpin rakyat.
Mereka akan menjalankan roda pemerintahan pembangunan dan sosial kemasyarakatan dipastikan akan lebih baik lagi dan Untuk itu saya berharap masyarakat tetap hidup dalam damai hidup di dalam penghormatan akan proses demokrasi tetapi juga hidup semangat sitou timou tumou tou harus mewarnai kehidupan di Sulawesi Utara.
Berbeda pilihan itu indah dan walaupun kita berbeda pilihan tetap Torang samua musti hidup rukun. “Karna Torang samua Basudara dan Torang samua Ciptaan Tuhan,” pungkas Aktivis Sulut, Om Lole. (*)






