Dato Sri Ahmad Sukimi, CEO Mercu BioTech Nusantara menjabarkan alasannya memilih Indonesia dalam penerapan teknologi mercu tap system, dikarenakan potensi ekonomi yang dimiliki Indonesia di masa depan sangat besar, dan juga luas lahan karet di Indonesia termasuk kedua terbesar di dunia.
“Kajian dari teknologi ini (Mercu Tap System) sudah 12 tahun, kita harap bisa bantu meningkatkan kesejahteraan para petani karet di Indonesia,” jabar Dato Sri Ahmad Sukimi.
Lebih lanjut, Diriya menyebutkan, Bahwa teknologi mercu tap system tidak melukai pohon karet dalam proses penyadapannya. Selain itu, pihaknya siap membantu dalam penerapan teknologi tersebut serta sebagai pembeli (off-taker). Bahkan harga beli lateks ini bisa jauh lebih tinggi dari harga saat ini.
“Kami harap penerapan teknologi ini tidak berhenti di Lampung, dan bisa segera diterapkan pada lahan-lahan perkebunan rakyat maupun milik pemerintah Indonesia,” sebut Dato Sri Ahmad Sukimi.
Sebagai informasi, Kantor Staf Presiden telah bekerjasama dengan pihak Mercu BioTech Nusantara, dalam mengimplementasikan teknologi baru mercu tap system untuk meningkatkan produktivitas hasil dan kepastian pembelian, dengan harga yang relatif dua kali lipat. Dari harga yang didapat petani sebelumnya.
Petani Akui Teknologi Mercu Tap System Naikan Produksi Karet
Petani karet, Is Alfarizi mengakui, Penerapan teknologi mercu tap system telah menaikkan produksi karet di perkebunan karet miliknya. Dengan menggunakan metode ini selama dua minggu, sudah menghasilkan 211 kg getah karet dari yang sebelumnya hanya mencapai 15-20 kg.
“Dulu kalau hujan tidak bisa apa-apa, sekarang pakai teknologi ini sudah gak lihat cuaca dan hasilnya banyak,” beber Petani Karet, Alfarizi. (*/DYW)



