CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Di sela Acara Reuni dan Halal Bihalal bersama Purnawirawan Pejuang Indonesia di Gedung JEC, Kecamatan Banguntapan, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Rabu (3/5/2023).
Partai Gerindra melalui Sekjennya, Ahmad Muzani menegaskan, Prabowo Subianto tetap akan menjadi calon presiden yang diusung pada Pilpres 2024.
“Isu maupun potensi Prabowo menjadi calon wakil presiden tidak akan diterima. Prabowo adalah calon presiden Partai Gerindra. Sekali Prabowo, tetap Prabowo,” tegas Ahmad Muzani.
Selaku Sekjen Partai Gerindra tersebut mengatakan, permintaan Prabowo menjadi calon presiden dari partai sudah muncul sejak Agustus 2022.
Kemudian, Menurut Ahmad Muzani, Prabowo Subianto juga sudah menyanggupi.
“Pada 12 Agustus 2022 atas permintaan seluruh kader Gerindra dari desa, kecamatan, kabupaten, provinsi, dan pusat menghendaki beliau menjadi calon presiden. Beliau mengatakan kalau itu permintaan kader, saya siap menjadi calon presiden,” ungkap Ahmad Muzani.
Selain itu, Ahmad Muzani mempertegas, keputusan itu sudah tak bisa ditawar, termasuk apabila ada pihak yang menginginkan Prabowo menjadi bakal cawapres. Diapun menambahkan, keputusan partai sudah bulat.
“Gerindra adalah partai yang mengikuti garis partai. Partai hanya memutuskan beliau (Prabowo) calon presiden,” ujar Ahmad Muzani.
Di sisi lain, Gerindra menjadi salah satu partai yang diundang bertemu dengan Presiden Joko Widodo.
Ahmad Muzani menyebutkan, pertemuan hanya membahas warisan-warisan pemerintahan yang akan paripurna akan dilanjutkan.
“Jokowi menitipkan legacy-legacy yang sudah baik bisa dipertahankan. Diteruskan dalam episode-episode kepemimpinan yang akan datang supaya sesuai road map, agar Indonesia jadi negara kaya, baik, bersatu, memberi keadilan, dan kemakmuran bisa terwujud,” beber Ahmad Muzani.
Sepengetahuan Ahmad Muzani, tak ada pembahasan koalisi besar. Serta Dia menilai, Gerindra tak akan masuk dalam koalisi besar yang saat ini berhembus.
“Sampai saat ini, belum mendengar. Sampai hari ini, kami juga tak mendengar pembicaraan itu. Itu semua salah sangka,” ucap Ahmad Muzani. (*Dego)








