CAHAYASIANG.ID, Manado – Operasi Gabungan yang diinisiasi oleh Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tahuna, kembali tidak menemukan keberadaan Warna Negara Asing Ilegal.
Operasi gabungan tersebut yang melibatkan Kepolisian Resor Kepulauan Sangihe, Komando Distrik Militer 1301/Sangihe, Pangkalan Angkatan Laut Tahuna, Kejaksaan Negeri Kepulauan Sangihe, Badan Intelijen Negara Daerah (BINDA), Badan Intelijen Strategis Daerah (BAIS), Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), Dinas Tenaga Kerja Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, serta sejumlah jurnalis, menyisir lokasi tambang Bowone.
“Bersama-sama kita disini melakukan pengawasan dan hasil yang kita dapat untuk saat ini tidak ada keberadaan Orang Asing yang berada di Tambang Emas Bowone,” Kepala Seksi Intelijen dan Penindakan Keimigrasian Imigrasi Tahuna, Joudy Supit.

Dia juga menyampaikan bahwa beberapa waktu sebelumnya juga sudah dilakukan pengawasan dari pihak Imigrasi Tahuna terhadap keberadaan Orang Asing khususnya di wilayah Tambang Emas Bowone
“Kami juga sudah melakukan pengawasan di bulan April sebanyak 2 (dua) kali, yang pertama kegiatan pengawasan dalam rangka Operasi Wirawaspada dan yang kedua Operasi Patroli Keimigrasian. Pada bulan Mei tanggal 6 kami juga melakukan pengawasan dan didapati bahwa tidak ada keberadaan Orang Asing,” ungkap Joudy.
Sejalan dengan hal tersebut, Kasat Reskrim Polres Sangihe, Iptu Stevy Sumolang, juga menyampaikan kegiatan penertiban tambang Bowone sudah beberapa kali dilakukan. “Penertiban di tempat ini sudah kami lakukan 4 (empat) kali. Bisa dicek dalam pemberitaan sebelumnya, kami sudah melakukan penertiban, dan ini kali keempat kami melakukan penertiban,” bebernya.
Perlu diketahui, operasi gabungan di lokasi tambang Bowone ini merupakan tindak lanjut dari informasi yang beberapa waktu viral di media sosial, tentang keberadaan orang asing ilegal di lokasi tambang yang saat ini menurut informasi telah ditutup. (*/ak)





