
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Oma Alpiah Makasebape, seorang saksi sejarah yang menyaksikan kejamnya Partai Komunis Indonesia (PKI) hingga merenggut nyawa Ade Irma Suryani Nasution, kini telah dipanggil oleh Sang Pencipta. Sosok yang menjadi kebanggaan masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe tersebut tutup usia pada umur 88 tahun. Ia menghembuskan napas terakhirnya pada Rabu, 23 Oktober 2024, pukul 09.30 Wita di kediamannya yang beralamat di Kelurahan Dumuhung, RT 02/RW 01.
Oma Alpiah, lahir pada tahun 1936, merupakan seorang yang dihormati karena keterlibatannya dalam peristiwa bersejarah di Indonesia. Ia menjadi saksi atas kekejaman PKI yang mengakibatkan tewasnya Ade Irma Suryani, putri Jenderal Abdul Haris Nasution, dalam peristiwa G30S/PKI pada tahun 1965. Kenangan itu menjadikannya sebagai bagian penting dalam narasi sejarah bangsa Indonesia.
Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kepulauan Sangihe, khususnya di Kelurahan Dumuhung. Sosok Oma Alpiah tidak hanya dikenang sebagai saksi sejarah, tetapi juga sebagai figur yang bijaksana dan penuh kasih sayang terhadap keluarga dan masyarakat sekitarnya. Kehadirannya telah memberikan banyak pelajaran dan teladan hidup bagi generasi muda.

Penjabat Bupati Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, dalam sambutannya menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam. Ia menegaskan bahwa Oma Alpiah merupakan sosok yang berperan penting dalam mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Kepergiannya adalah kehilangan besar, namun warisan sejarah yang ia tinggalkan akan terus dikenang.
Masyarakat setempat pun turut berduka dan memberikan penghormatan terakhir kepada Oma Alpiah. Banyak yang mengenang betapa besarnya peran beliau dalam menjaga nilai-nilai kemanusiaan dan kebangsaan. Hingga akhir hayatnya, Oma Alpiah tetap menjadi simbol keteguhan hati dan ketulusan dalam melayani masyarakat di sekitarnya.
Peristiwa wafatnya Oma Alpiah menjadi momen untuk kembali merenungi pentingnya sejarah dalam kehidupan bangsa. Masyarakat dan pemerintah diharapkan terus menghormati jasa para saksi sejarah seperti Oma Alpiah yang telah memberikan kontribusi besar dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan Indonesia. (*Anto Harindah)






