CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menceritakan beberapa hal tentang perubahan pada kehidupannya.

Panglima TNI Periode 2013-2015 ini kemudian bercerita, waktu itu media belum ada. Buru-buru TV, radio saja kita tidak punya.
“Tapi ada saudara saya yang punya radio. Saya memang dari kecil sudah senang mendengarkan Radio Australi, tapi bahasa Indonesia ya? banyak pengetahuan-pengetahuan yang mulai saya dapatkan dari kecil,” kata Moeldoko dalam Podcast Youtube Daniel Mananta Networking, dikutip, Selasa (12/12/2023).
Sementara itu, Dirinya menuturkan pengalamannya semasa berproses di Akademi Militer pada masa lalu.
“Saya mulai awal berposisi menyiapkan diri memang menjadi yang terbaik, bukan kebetulan, saya menyiapkan diri. Saat orang lain masih sibuk berbicara atau tidur, saya memilih terus belajar,” ujar Moeldoko.
DILAHIRKAN DAN MENYIAPKAN DIRI
Menurut Salah satu orang kepercayaan Presiden Jokowi ini, Ada teori yang menyatakan seorang pemimpin memang dilahirkan, tapi seorang pemimpin itu bisa menyiapkan diri sebaik-baiknya.
“Kalau turunan raja mungkin dilahirkan sebagai seorang pemimpin. Tapi kalau seorang pemimpin yang menyiapkan diri, harus menata dirinya,” jawab Moeldoko.
Sambungnya, Dia memberi contoh, Kita Memilih jadi pemimpin itu karena legalitas atau legitimasi.
“Saya dikasih tongkat komando, kasih pangkat, kasih garis merah itu legalitas, karena ada SKEP nya. Persoalannya apakah kalian menjadi pemimpin yang efektif atau tidak,” tanya Moeldoko. (DYW*)






