CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko saat berorasi kebangsaan pada Halaqah Kebangsaan yang digelar Presidium Nasional Ikatan Keluarga Alumni Pesantren Tebuireng (IKAPETE), di Trawas, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (27/1/2024).

Pada kesempatan itu, Sampai ke media ini, Minggu (28/1/2024), Panglima TNI Periode 2013-2015 itu mengungkapkan, Peran penting Ulama dalam membangun bangsa.
Dia kemudian mencontohkan, Peran KH. Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama dan Pesantren Tebuireng yang tidak hanya bermanfaat bagi keluarga dan lingkungan, tapi juga negara.
“Teladan untuk negara, beliau berperan menelurkan resolusi jihad, merumuskan dasar negara, meluruskan Piagam Jakarta yang menjadikan Indonesia kokoh hingga saat ini,” seru Moeldoko ketika menyampaikan orasinya.
Menurut Dirinya, Teladan KH. Hasyim Asy’ari harus terus dijaga dan dilanjutkan oleh para alumni Pesantren Tebuireng dalam berbagai level. Bukan hanya sebagai follower atau pengikut, tapi juga harus bisa melampaui pencapaiannya.
“KH. Hasyim Asy’ari lebih menyukai, jika ada penerusnya yang dapat melampaui pencapaian beliau,” kata Moeldoko.
DUNIA SELALU BERUBAH DENGAN CEPAT, RESIKONYA TINGGI
Selain itu, Purnawirawan Jenderal bintang empat tersebut kembali mengingatkan, Saat ini dunia selalu berubah dengan cepat, resikonya tinggi, kompleks, dan sering mengejutkan.
“Masyarakat, khususnya para alumni Pesantren Tebuireng harus mampu merajut ukhuwah, serta menjadi pemecah masalah, berpikir kritis, kreatif, dan menciptakan inovasi,” pesan Moeldoko.
“Membangun negara itu tidak mudah, negara membutuhkan dukungan para ulama. Kontribusi ulama selalu dibutuhkan negara. Keluarga besar Tebuireng, NU, sudah membuktikan perannya untuk negara,” lanjut Moeldoko.
PEMERINTAH SELALU TEMPATKAN PESANTREN PADA POSISI STRATEGIS
Purnawirawan Jenderal asal Kediri itupun memastikan, Pemerintah selalu menempatkan pesantren pada posisi strategis. Hal ini dibuktikan dengan pemberian berbagai bantuan dan fasilitasi bagi pesantren, seperti inkubasi, program kemandirian ekonomi, serta pendidikan.
“Untuk bantuan inkubasi, Pemerintah sudah memberikan bantuan kepada 2.079 pesantren dengan nilai sebesar 175 juta Rupiah, hingga 400 juta Rupiah. Sementara bantuan kemandirian ekonomi, diberikan kepada ribuan pesantren dengan nilai bantuan sebesar 300 miliar rupiah,” ungkap Moeldoko.
“Pemerintah juga memberikan bantuan pendidikan kepada pesantren dan para santri melalui Program Indonesia Pintar (PIP) dan Program Beasiswa Santri Berprestasi (PBSB),” sambung Moeldoko. ***






