CAHAYA SIANG.ID MINUT – Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP) disiapkan sejak tahun 2019 merupakan kegiatan yang didanai oleh Bank Dunia (World Bank), untuk membiayai proyek investasi strategis dimaksudkan dapat meningkatkan tata kelola risiko bencana di Indonesia. IDRIP bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pemerintah pusat, pemerintah daerah terpilih dan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana di masa depan, khususnya bencana gempa bumi dan tsunami.
IDRIP sebuah investasi yang diarahkan untuk mendukung prioritas pembangunan terkait peningkatan kapasitas Multihazard Early Warning System (MHEWS), dan sistem manajemen darurat daerah. IDRIP penting diketahui masyarakat luas, khususnya kepada penerima manfaat yaitu Kabupaten Minahasa Utara yang terpilih bersama 17 Provinsi dan 29 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Hal ini dikatakan Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Minahasa Utara Theodore Lumingkewas, Selasa, (01/11/23). Bahwa dengan adanya bantuan proyek dari BNPB, diharapkan adanya rasa memiliki terhadap program IDRIP karena Kabupaten Minahasa Utara terpilih bersama 30 Kabupaten dan Kota di Indonesia bersama 17 Provinsi.
“Dalam rangka pelaksanaan Proyek Prakarsa Ketangguhan Bencana Indonesia (Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project), Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BNPB akan melaksanakan kegiatan peningkatan kapasitas Pusdalops PB meliputi peningkatan kapasitas sarana prasarana Pusdalops dan Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), Sistem Informasi, serta penyusunan profil Pusdalops PB. Dengan adanya bantuan proyek IDRIP dari BNPB, Bupati Joune Ganda dan Wakil Bupati Kevin William Lotulung menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BNPB,” terang Lumingkewas.
Ditambahkannya, dalam hal ini juga, Bupati dan Wabup memberikan support, agar dalam proses survei peningkatan kapasitas sarana dan prasarana oleh tim BNPB dan Konsultan dapat difasilitasi dengan baik oleh BPBD.
Terkait dengan survei peningkatan kapasitas sarana dan prasarana yang dilakukan oleh tim BNPB dan Konsultan PT Arkonin Engineering Manggala Pratama (Tenaga Ahli dan Surveyor) dan PT Perentjana Djaja, dikatakan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan OPD terkait lainnya.
“Sebagaimana surat dari BNPB dan sehubungan dengan survei, kami juga telah berkoordinasi dengan Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang. Adapun, survei yang dilakukan ini guna penyusunan DED (Detail Engineering Design) dan Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk pembangunan sarana prasarana Pusdalops dan fasilitas Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (TIK), Sistem Informasi serta penyusunan profil Pusdalops PB.
Selain itu juga, BNPB akan diberikan bantuan berupa pelatihan. Saat survei, tim juga mengecek keberadaan dan status dari lahan dan kantor yang nantinya akan ditingkatkan nya,” terang Kalaksa Theodore serayai menyebut jika di Provinsi Sulawesi Utara yang mendapat bantuan ini, adalah Kabupaten Minahasa Utara, Kota Bitung dan Pemerintahan Provinsi. (Rubby Worek)






