CAHAYASIANG.ID, Minsel – Memiliki kemampuan dalam membaca Situasi dan Kondisi Terkait Konstalasi Politik Didaerah melalui Konstitusional, Nama Frede Aris Massie atau yang akrab disapa FAM terus menjadi sorotan sebagai ikon figur yang cukup diperhitungkan.
Pasalnya, sosok Frede Aris Massie (FAM) yang selama ini dikenal sangat Familyar akhir akhir ini menjadi perhatian khusus para Elit Politik dan Peimpinan Partai Politik baik dibumi nyiur melambai khususnya dikota dodol minsel.
Meski namanya terus menjadi sorotan, namun sikap dan karakter FAM yang terbentuk sebagai sosok jiwa petarung menjadikannya dikenal sebagai pribadi dan kader militan.

“Ini saatnya era kebagkitan FAM (Frede Aries Massie). Dikancah politik minahasa selatan”, ujar Tokoh sentral disalah saatu partai yang meminta nama tidak dipublis.
“Sikap dan Karakter FAM sudah teruji. Dan itu saya tahu persis. Jadi salah kalau kemudian lahir berbagai tudingan tudingan miring ditujukan kepada beliau yang nota bene kemampuan manegerial mengolah organisasi pernah dilaluinya”. Jelasnya.
Hiruk pikuk dan dinamika politik yang berkembag dan terus bergulir akhir akhir ini dikabupaten minahasa selatan tentu sangat menguras energi.
Walau ajang pesta demokrasi yang masih sangat jauh dari pandangan pelopak mata, namun intensitas terhadap konstalasi politik perlahan mulai terbuka.
Akibatnya wacana maupun dukungan pun mulai menunjukan kiblat politiknya. Sehingga pertaurangan urat saraf dilingkaran partai politik pun kadang menunjukan agresi yang kurang dewasa.
Maka melalui tekad dan jiwa seorang petarung yang memiliki latar belakang berbagi pengalaman sosok Frede Aries Massie (FAM) tentu sangat layak memimpin Partai GERINDRA diminahasa selatan.
“Kami merasa optimis ķedepannya Partai Gerindra akan berjaya, maju hingga puncak kejayaannya”, tutupnya (R_01)





