CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Kenaikan harga Cabai atau Rica di setiap menjelang Pergantian Tahun yang tepatnya pada Bulan Desember, sepertinya sudah menjadi hal yang biasa. Namun untuk Tahun ini Pemerintah Daerah Sangihe bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) sudah mengantisipasi jauh sebelumnya dengan memberikan Bantuan kepada Kelompok Tani Sangihe berupa Bibit Cabai Gratis bersama dengan Pupuk dan bantuan lainnya, untuk menopang kebutuhan Cabe atau rica di Sangihe, yang sering mengalami kenaikan harga.

Penjabat Bupati Sangihe dr. Rinny Tamuntuan, saat Rapat Evaluasi Penyerapan Anggaran OPD, yang bertempat di rumah Jabatan Bupati, pada Kamis (07/12/23) menjelaskan bahwa kenaikan harga Cabe di Sangihe ini mengikuti harga di Kota Manado.
“karena kebutuhan cabe masih bergantung pada pasokan dari sana, Meskipun Sangihe memiliki produk lokal sendiri, ketergantungan pada pasokan Manado menjadi faktor utama,” ungkap Tamuntuan.

Diakui Tamuntuan kualitas panen cabe di Sangihe sangat baik, tetapi lebih ditekankan lagi terkait jumlah kebutuhan konsumen masyarakat Sangihe serta pengaturan waktu tanam dari Dinas terkait, agar panen dapat dilakukan secara teratur dan berkesinambungan.
“Saya berharap dengan Penjadwalan Penanaman yang baik, serta Jumlah Kebutuhan Konsumen Masyarakat Sangihe bisa diketahui, Saya yakin ketergantungan terhadap pasokan dari Manado dapat diminimalkan,” ujar Bupati Rinny.
Bupati Sangihe ini juga menambahkan bahwa kepada pedagang dan petani setempat untuk tidak mengikuti secara langsung harga cabe di Manado, yang mempengaruhi Daya Beli Masyarakat Sangihe.

“Jika Hasil Panen Petani Cabe di Sangihe memuaskan, Saya berharap kepada Pedagang dan Petani agar tidak mengikuti harga Cabe di Manado. Mengapa, karena Petani Sangihe telah mendapatkan Bantuan dari Pemerintah, sehingga diharapkan harga Cabe bisa di Pertahankan dalam tingkat yang wajar, karena saat ini Kita Mendekati Perayaan Natal 25 Desember 2023 dan Tahun Baru 1 Januari 2024,” tegas Bupati Perempuan ini. (*Anto)






