CAHAYASIANG.ID, SANUR– Pemerintah Indonesia sangat serius dalam memerangi praktek perdagangan manusia. Oleh karena itu, berbagai upaya telah dilakukan pemerintah terkait persoalan tersebut, termasuk menggandeng para pelaku bisnis.
Upaya tersebut ditegaskan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H. Laoly, saat memberikan sambutan pada Government and Business Forum (GABF) di Hyatt Regency Sanur, Bali, Kamis (10/08) kemarin.
“Perdagangan orang yang terkait dengan penipuan online telah menjadi masalah besar. Untuk itu saya mengajak para pebisnis muda untuk bersama-sama pemerintah memerangi perdagangan orang,” ujar Menkumham Yasona di hadapan para peserta GABF yang merupakan young technopreneurs.

Ia melanjutkan, banyakmya praktek bisnis yang tidak etis tersebut, mendorong Indonesia untuk membentuk gugus tugas dalam pencegahan dan penanganan perdagangan orang. “Di tingkat bilateral kami telah melakukan banyak perjanjian dengan negara-negara asing tentang bantuan timbal balik, ekstradisi, dan kerja sama hukum,” ungkapnya.
Di akhir sambutan, Menkumham mrnrkankan akan pentingnya penggunaan teknologi guna mencegah kejahatan transnasional. Di sisi lain, teknologi canggih membuat kejahatan transnasional meningkat karena jangkauannya global. Namun, Indonesia berkomitmen untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investor asing, di dukung oleh reformasi hukum untuk meningkatkan kemudahan Berbisnis di Indonesia.
“Kita juga harus bisa memanfaatkan teknologi canggih untuk menangkal kejahatan transnasional. Mempromosikan kerja sama melalui teknologi digital, dan platform media sosial untuk memerangi perdagangan manusia adalah cara yang efektif. Kita harus menetapkan alat dan pedoman praktis serta berbagi praktik terbaik di bawah keterlibatan GABF dengan pemangku kepentingan lainnya,” tandas Yasonna.
GABF merupakan forum bersama yang diinisiasi oleh Australia dan Indonesia, yang berawal dari banyaknya kasus perdagangan orang, dimana sektor swasta memiliki peran yang sangat penting dalam memerangi Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
Turut hadir dalam kegiatan GABF Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Retno.L.P. Marsudi, (Co-Chair Bali Proses RI), Menlu Australia Penny Wong (Co-chair Bali Proses Australia) yang hadir secara daring, Garibaldi Thohir (Co-chair GABF RI), Andrew Forest (Co-chair GABF Australia), pelaku bisnis, perwakilan kementerian/lembaga, aktifis, selebriti dan beberapa perwakilan negara anggota. (ak/*)






