Meskipun sempat menangisi kondisinya saat menjalani pendidikan dan penggemblengan di akademi militer, lambat laun kedua orangtuanya menerima dan memberi dukungan pada Kristomei muda atas pilihan hidupnya.
“Dari itulah saya hormat dan salut pada orangtua saya, beliau menyerahkan kepada saya dan gak pernah memaksakan kamu harus menjadi apa karena kamu yang akan menjalani,” ucap Brigjen TNI Kristomei mengingat nasihat kedua orangtuanya.
“Dan sekarang saya terapkan ke anak-anak saya. Kamu mau jadi apa terserah, yang menjalani kamu. Papa dan mama hanya bisa mengarahkan,” ungkapnya.
Dari cerita pilihan jalan hidup yang disampaikan Kadispenad Brigjen TNI H. Kristomei Sianturi ini, semoga dapat memberikan inspirasi kaum muda. Bahwa, dalam mengejar cita dibutuhkan keputusan, komitmen dan tekad dalam situasi apapun.
Bagi para anak muda yang saat ini tengah menempuh pendidikan dan mengejar cita. Brigjen TNI Kristomei mengingatkan, jika tantangan ke depan akan semakin kompleks.
Menurutnya, ada tiga kunci utama yang perlu diterapkan untuk menghadapi tantangan, yakni harus cepat beradaptasi dengan lingkungan, pemetaan dalam membaca situasi serta menyiapkan diri dengan cara meningkatkan kemampuan.
Selanjutnya, ada satu hal yang tidak boleh disia-siakan dalam menjalani proses setiap fase baik dalam pekerjaan maupun kehidupan, yakni jangan sia-siakan kesempatan.
“Tantangan kedepan akan semakin kompleks, kita harus cepat beradaptasi dengan lingkungan. Kita maping, menyiapkan diri untuk bisa masuk ke dalam situasi apapun,” pesan Kadispenad.
“Dan jangan pernah menyia-nyiakan kesempatan. Sekali dikasih kesempatan, semaksimal mungkin ambil dan harus berhasil,” tekadnya.
Dan itu pernah ia alami pada tahun 2002 lalu,ia mendapatkan tawaran kesempatan mengikuti tes kemiliteran di Amerika Serikat. Pada saat itu ia berpikir kesempatan ini hanya datang satu kali.
Setelah memutuskan untuk mengambil tawaran tersebut, akhirnya usai menjalani tes, bukan hanya sekedar bisa menyelesaikan tapi mampu mendapatkan nilai yang paling tinggi.
Selama bertugas sebagai prajurit TNI, pria pengagum sosok pahlawan Jenderal Soedirman ini telah menorehkan prestasi, sederet penghargaan dan memiliki segudang riwayat jabatan tugas.
Berikut ini riwayat singkat pendidikan dan jabatan yang ditempuh Brigjen TNI H. Kristomei Sianturi selama bertugas sebagai prajurit TNI:
Pendidikan Umum
SMA Taruna Nusantara (1991–1994)
S2 Manajemen Pertahanan Unhan (2012)
Pendidikan Militer
Akmil (1994–1997)
Sesarcab Infanteri
Diklapa I
Diklapa II
Seskoad (2012)
Sesko TNI (2019)
Dikbangspes
Suspa Intel LN (Military Intelligence Basic Officer Leader Course/MIBOLC) di Amerika Serikat (2003)
Suspa Intelstrat (2004)
Sus Danyon
Riwayat Jabatan
Wadanyonif Linud 328/Dirgahayu
Pamen Kostrad (Dik Seskoad)
Pabandya Lat Ops Kostrad
Danyonif Linud 305/Tengkorak (2013—2014)
Dandim 0424/Tanggamus (2014—2016)
Waasops Kasdivif 2/Kostrad (2016—2017)
Sespri Wakasad (2017)
Kapendam Jaya (2017—2019)
Pasis Sesko TNI
Asops Kasdam I/Bukit Barisan (2020—2022)
Danrindam Iskandar Muda (2022)[4]
Paban IV/Opsdagri Sops TNI (2022—2023)
Kadispenad (2023-Sekarang)
(Sekjen PWRC: Hans Montolalu)



