• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Friday, 1 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Menangkap Ikan Dengan Seke atau Maneke, Tradisi Sangihe yang Hampir Dilupakan

Menangkap Ikan Dengan Seke atau Maneke, Tradisi Sangihe yang Hampir Dilupakan

17/06/2024
in Kepulauan, Sangihe
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, SANGIHE – Kebiasaan masyarakat Sangihe lebih khusus masyarakat Paralele dalam menangkap ikan menggunakan alat tradisional yang sangat sederhana yang diciptakan oleh leluhur jauh  sebelum mengenal penangkap ikan menggunakan jaring, disebut dengan Seke atau maneke, sudah ditinggalkan  selama puluhan tahun, terkikis karena perkembangan Zaman yang lebih modern.

Saat ini dilestarikan lagi seiring dengan status Kampung Para lele sebagai Kampung Pariwisata dengan mengangkat panorama  pantai dan laut serta pegunungan yang sungguh menakjubkan ibarat Berlian yang jatuh dari Surga di tanah Sangihe.

Seke adalah alat menangkap ikan yang sangat sederhana dengan kedua ujungnya yang dililitkan dengan janur kuning pada tali dan bagian tengahnya dibuat seperti pagar yang agak rapat dengan panjang ratusan meter agar ikan tidak bisa keluar.

Cara penggunaannya pun sederhana dengan menentukan posisi ikan kemudian melepas Seke dari arah laut dengan membawa kedua ujung tali yang dililitkan janur kelapa ini menggunakan dua perahu dengan arah berlawanan ke arah darat untuk mengurung ikan didalamnya yang dibantu oleh  masyarakat mengelilingi atau memagari ikan yang sudah terperangkap di dalam Seke sambil melakukan gerakan-gerakan agar ikan tidak keluar.

Kemudian dengan perlahan Seke di tarik ke arah darat. Selanjutnya dengan perlahan menggunakan jala untuk mengambil atau mengangkat ikan dari dalam Seke. Sementara ikan yang tersisa tidak bisa keluar karena sudah terkurung dengan pagar yang dibuat dari rotan dengan jarak yang cukup rapat.

Kegiatan ini berjalan sukses dengan disaksikan oleh Penjabat Bupati Sangihe Albert Huppy Wounde yang didampingi istri tercinta bersama rombongan dan masyarakat. Setelah mendapatkan ikan yang masih segar, ada yang langsung menyiapkan api untuk ‘Menamehe’ (bakar ikan) dengan bara api, sementara yang lainnya menyiapkan makan untuk sarapan pagi di tepi pantai.

Wounde mengapresiasi kegiatan tersebut sebagai kegiatan unik yang perlu dijaga dan dilestarikan untuk diperkenalkan ke dunia luar.

“Saya sungguh sangat kagum dan mengapresiasi atas kebersamaan dari masyarakat Para lele yang begitu kompak dalam melakukan tradisi ‘Maneke’ menangkap ikan dengan alat tradisional Seke ini. Hari ini Saya menyaksikan sendiri proses penangkapannya dan terbukti memang banyak ikan yang berhasil ditangkap,” ungkap Wounde. Saat di wawancara oleh media Cahayasiang.id, sementara dirinya bergembira ria bersama masyarakat menyaksikan hasil tangkapan ikan yang melimpah. Giat ini dilaksanakan pada Senin (17/06/24).

Lebih lanjut Dirinya menambahkan bahwa Dinas-dinas harus memperhatikan lebih serius lagi terhadap perkembangan pertumbuhan pariwisata di Kampung Para Lele ini.

“Kedepan harus diperhatikan terutama Listrik, Jaringan internetnya, Transportasi laut dan kebutuhan lainnya yang perlu dilengkapi lagi agar geliat pertumbuhan pariwisata benar-benar nampak dan tentu imbasnya dapat dirasakan oleh masyarakat sekitar dan Daerah Sangihe yang kita cintai ini,” tambahnya.

Turut hadir pada kegiatan ini, selain Penjabat Bupati bersama Istri, ada juga Sekretaris Daerah, Asisten I, Asisten 2, Kadis Kesehatan, Kadis Perhubungan, Kaban Kesbang Pol, Kadis Pendidikan, Kadis Kominfo, Kadis Koperasi dan UMKM dan masyarakat serta undangan lainnya. (*Anto)

Post Views: 2,711
Bagikan ini :
Previous Post

Wounde Lakukan Kunker ke Pulau Para Kecamatan Tatoareng

Next Post

Kecewa Lambannya Penanganan Kasus Penganiayaan, Sherli Onibala Didampingi Kuasa Hukum Penuhi Panggilan Polisi

Next Post

Kecewa Lambannya Penanganan Kasus Penganiayaan, Sherli Onibala Didampingi Kuasa Hukum Penuhi Panggilan Polisi

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In