CAHAYASIANG.ID, JAKARTA – Tak lama lagi Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-42 ASEAN akan digelar di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT). KTT akan dilaksanakan pada tanggal 10 – 11 Mei 2023. Presiden Joko Widodo akan mengikuti delapan pertemuan.

Adapun Pertemuan Presiden Jokowi ini antara lain sesi plenary dan retreat, pertemuan IMT-GT (Indonesia, Malaysia, Thailand Growth Triangle), pertemuan BIMP-EAGA (Brunei, Indonesia, Malaysia, Philippines East ASEAN Growth Area), serta serangkaian pertemuan dengan parlemen, pebisnis, pemuda, dan high level task force yang bertugas menyiapkan visi jangka panjang ASEAN.
“Jadi total ada delapan pertemuan, tujuh pertemuan di antaranya akan dipimpin oleh Bapak Presiden, karena yang BIMP-EAGA itu akan dipimpin oleh PM (Perdana Menteri) Malaysia, karena rotasinya memang keketuaan BIMP-EAGA sedang ada di Malaysia,” jelas Menteri Luar Negeri (Menlu) Retno LP Marsudi, Jumat (28/4).
Menlu menjelaskan untuk lokasi KTT ke-42, dipilih Labuan Bajo karena merupakan salah satu upaya pemerintah untuk mempromosikan destinasi ini secara global. “Indonesia banyak destinasi, nah kita lakukan this time di Labuan Bajo,” ujarnya.
Retno melanjutkan substansi KTT ke-42 ASEAN adalah keketuaan Indonesia pada 2023 untuk mendorong kawasan ASEAN yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan serta memperkuat ketahanan ekonomi. Hal ini sejalan dengan tema yang diusung yaitu ASEAN Matters: Epicentrum of Growth.
“Untuk yang 42 ini konsentrasinya di ASEAN Matters dan Epicentrum of Growth. Di ASEAN Matters itu terkait bagaimana upaya ASEAN untuk meningkatkan, memperkuat diri, sehingga mampu menghadapi tantangan ke depan. Sedangkan Epicentrum of Growth terkait dengan resiliensi ekonomi ASEAN,” ujarnya.
Keketuaan Indonesia di ASEAN mendorong peningkatan arsitektur kesehatan, peningkatan ketahanan energi, di antaranya adalah pengembangan ekosistem untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV), ketahanan pangan, serta stabilitas keuangan.
Menlu juga menyampaikan, dokumen yang akan menjadi kesepakatan para pemimpin ASEAN saat ini tengah dibahas pada pertemuan tingkat senior official meeting (SOM), yang selanjutnya akan dibahas pada tingkat pertemuan menteri.
“Selain mempersiapkan ASEAN menghadapi tantangan ke depan, akan ada visi post 2025. Keketuaan Indonesia juga berusaha untuk membumikan ASEAN dalam bentuk kerja sama proyek yang sifatnya konkret, seperti di bidang kesehatan, di bidang ekonomi bersih dengan EV battery, kesehatan dengan one health initiative, kemudian penggunaan local currency dan masih ada banyak lagi, yang intinya adalah membumikan kerja sama ASEAN sehingga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat,” ujar Retno. (*Dego)






