Nama-nama seperti:
- Ronny Tanauma
- Donald “Loco” Lolowang,
- Franky “Cute” Pondaag,
- Mario Mambu
Namun mereka turun dengan pasangan masing-masing, menambah warna serta nilai historis bagi kompetisi ini.
Publik paham betul peran mereka dalam membangun fondasi dan tradisi bridge di Sulut.
Pasangan veteran seperti Sawoon Mandey – Robby Lempoy serta Nixon Korengkeng – Dirk Lumanauw juga ikut meramaikan persaingan.
Meski usia tidak lagi muda, jam terbang mereka terbukti tetap menjadi faktor penting dalam olahraga otak ini.
Nomor pasangan putra diikuti 18 pasangan dari 9 kabupaten/kota — Manado, Bitung, Tomohon, Minahasa, Minahasa Utara, Minahasa Tenggara, Minahasa Selatan, Sitaro, dan Sangihe Talaud.
Pertandingan digelar menggunakan sistem matchpoint pairs, format yang menuntut akurasi maksimal dalam bidding, play, dan defense. Satu kesalahan kecil dapat membuat persentase merosot tajam.
Di tengah persaingan ketat itulah, Mario – Franky menunjukkan kelasnya.
Tampil stabil sepanjang board dan mampu memaksimalkan tiap peluang, sebelum akhirnya memastikan emas untuk Manado.
Kemenangan ini menjadi tambahan medali yang sangat berarti bagi kontingen Manado di Porprov XII Sulut 2025.
Tak hanya memperlihatkan kualitas pemain, tetapi juga menunjukkan keberhasilan pembinaan bridge di daerah.
Dengan tampilnya generasi senior, timnas, hingga talenta muda secara bersamaan, nomor bridge pasangan putra tahun ini disebut-sebut sebagai yang paling kompetitif dalam sejarah Porprov Sulut.
Mario Mambu–Franky Umboh pun resmi mencatatkan diri sebagai pasangan terbaik Porprov XII Sulut 2025. (Deon)



