CAHAYASIANG.ID, Manado – Program penyaluran bantuan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada para pelaku UMKM di Kawasan Jalan Roda (Jarod) oleh Bank Syariah Indonesia (BSI) Cabang Mega Mas Manado, mendapat apresiasi dari Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Pasar Manado.
Kepada para awak media, Direktur Umum (Dirut) Perumda Pasar Manado, Lucky Senduk mengatakan, program kerjasama Pemerintah Kota (Pemkot) Manado melalui Perumda Pasar Manado dengan pihak BSI Cabang Mega Mas Manado ini merupakan langkah yang amat baik untuk perkembangan kota, khususnya dalam membantu UMKM.

”Saya lebih menekankan UMKM mendapat bantuan Kredit Usaha Rakyat karena itu paling penting supaya mereka ada modal. Namun harus bertanggung jawab untuk mengembalikannya,” ucap Senduk, saat penyaluran KUR yang dirangkai dengan kegiatan Ground Breaking Project Branding di Kawasan Wisata Kuliner Jarod pada Selasa (22/10) itu.
Dijelaskan olehnya, ada 10 pedagang di Jarod yang mendapat bantuan KUR dimana setiap pedagang mendapat bantuan KUR sebesar Rp 200 juta rupiah. ”Itu harus dikembalikan lagi oleh pedagang. Agar ada multiplier effek seperti yang disampaikan Pjs Walikota Clay Dondokambey,” kata Senduk.
Maksud dari Multiplier Effect menurut Senduk adalah supaya orang lain juga bisa dapat bantuan karena pedagang bertanggung jawab mengembalikannya. “Kalau semua bertanggung jawab, banyak UMKM akan mendapat fasilitas bantuan KUR juga,” terangnya.
Dia juga menyinggung soal kawasan Jarod yang sudah 10 tahun belum ada sentuhan ”Atas arahan dari Wali Kota Andrei Angouw dan Wakil Wali Kota Richard Sualang kepada kami untuk berupaya merehap kawasan ini. Namun atas bantuan dan kerjasama dari BSI, kita mendapat berkat untuk merehap kawasan ini,” ungkap Senduk.
Diharapkan juga olehnya, selain kawasan ini (Jarod-red), ada juga tempat – tempat lain yang mendapat sentuhan lewat kerjasama dengan BSI. ”Ini semua bertujuan untuk menuju Kota Manado maju dan sejahtera,” pungkas Senduk. (*/ak)






