
CAHAYASIANG.ID, Manado – Penghematan anggaran di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Manado, dinilai hanya isapan jempol belaka dengan realita penggunaan anggaran belanja perjalanan dinas pada kalangan pejabat yang diperkirakan menghabiskan puluhan miliar dalam setahun.
Merespon hal itu, LSM Rakyat Anti Korupsi (RAKO), menyoroti anggaran ‘jalan-jalan’ alias perjalanan dinas pejabat yang dinilai terlalu menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Manado Tahun 2024.
“Saya kira nominal yang disetujui Pak Wali itu terlalu besar. Sementara banyak bantuan-bantuan sosial yang dihilangkan misalnya dana duka. Lagi pula urgensi perjalanan dinas ini tidak cukup jelas dampak manfaatnya bagi masyarakat,” sorot Ketua LSM RAKO Harianto Nanga SPI, Kamis (6/6/2024).

Selanjutnya, Ia menaruh harapan, Harusnya pemerintah memprioritaskan penggunaan anggaran untuk merangsang ekonomi secara langsung, misalkan dengan memberikan suntikan dana bagi UMKM dan bantuan sosial yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
“Memastikan anggaran digunakan secara efektif untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata,” harap Harianto Nanga.
Lebih lanjut, Wali Kota Manado Andrei Angouw (AA) mengaku kurang tahu secara persis urgensi penganggaran perjalanan dinas yang dinilai terlalu besar menguras APBD.
“Itu tanya ke Sekkot (Sekretaris Kota) sebagai ketua TAPD (Tim anggaran pemerintah daerah),” tulis AA melalui pesan singkat, kemarin, mengutip pemberitaan manadopost.jawapos.com, hari ini, Jumat (7/6/2024). (red)






