
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara bersama Dinas Kesehatan Kota Manado bergerak cepat menyikapi memburuknya kualitas udara di Kota Manado dan sekitarnya akibat kabut asap Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).
Aksi peduli kesehatan tersebut dilakukan dengan membagikan masker gratis kepada masyarakat di sejumlah titik keramaian di Kota Manado.
Fungsional Dinas Kesehatan Provinsi Sulut, Patricia Kondoy menjelaskan, pembagian masker ini merupakan bagian dari program Dinas Kesehatan dalam rangka penanggulangan dampak Karhutla.
“Pembagian masker hari ini ada di lima titik di Kota Manado yakni TKB, Pasar Bersehati, Pasar Karombasan, Pasar Segar, dan depan Mega Mall,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara dr. Lidya Tulus, M.Kes mengatakan, langkah ini dilakukan menindaklanjuti instruksi Gubernur Sulawesi Utara menyikapi kondisi udara yang terdampak kabut asap Karhutla Gunung Klabat, Gunung Soputan, serta kiriman asap dari luar Provinsi Sulut.
Menurutnya, Gubernur menginstruksikan Dinkes untuk meningkatkan kewaspadaan dan mengedukasi masyarakat agar menjaga kesehatan pribadi dan keluarga.
“Masyarakat diimbau mengurangi aktivitas di luar rumah yang tidak perlu. Jika harus keluar rumah, pakailah masker yang menutup hidung dan mulut dengan baik. Bila mengalami gangguan kesehatan, segera ke Puskesmas atau Rumah Sakit terdekat,” tegas dr. Lidya.
Ia juga menekankan pentingnya perlindungan bagi kelompok rentan seperti ibu hamil, bayi, balita, dan lansia.
Sejak kemarin, tim Dinkes Provinsi bersama Dinkes Kota Manado telah melakukan kegiatan peduli kesehatan dengan membagi masker di beberapa titik. Kegiatan ini sebagai bentuk edukasi untuk mengingatkan masyarakat menggunakan masker saat kondisi udara terdampak kabut asap Karhutla yang berpotensi mengganggu kesehatan.
“Hari ini dilanjutkan di Terminal Malalayang, Jalan Roda (Jarod) dan Zero Point serta pusat Kota Tomohon. Besok kegiatan yang sama bersama Tim Ahli Gubernur Sulut menjangkau Kota Bitung dan Kabupaten Minahasa Utara,” jelasnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan inisiasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam melindungi diri dan keluarga. Diharapkan akan diikuti oleh semua elemen masyarakat, termasuk dunia usaha dan perkantoran.
“Mari jaga kesehatan diri dan keluarga demi Sulut Sehat, Maju, Sejahtera, Berkelanjutan,” tutupnya.



