CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kader DPC Partai Demokrat Nganjuk Mohammad Fauzi Irwana angkat suara, usai dipecat oleh DPP Partai Demokrat karena berfoto dengan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko.

Diberitakan sebelumnya, Pemecatan dirinya tertuang dalam Surat Keputusan Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrat Nomor 33/SK/DPP.PD/IV/2023 Tentang Pemberhentian Tetap Sebagai Anggota Partai Demokrat Kepada Saudara Mohammad Fauzi Irwana, SE.
Mohammad Fauzi Irwana sampai heran dengan keputusan Parai pimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) itu.
Sebab, dirinya mengaku hanya bersilaturahmi dan tidak ada sangkut pautnya dengan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK-PD).
“Ya saya bingung. Saya silaturahmi dengan Pak Moeldoko, yang salah apa? Saya itu garda terdepan 2021 lalu membela Partai Demokrat di Nganjuk untuk mengakui kepemimpinan Mas AHY,” kata Mohammad Fauzi Irwana, Senin (1/5/2023).
Legislator DPRD Nganjuk tersebut dibuat bingung, sampai saat ini dirinya belum menerima surat pemecatan berbentuk fisik dari DPP Partai Demokrat.
Kemudian, Dia menyayangkan ada pihak yang menjadi operator menyebarkan foto surat pemecatan dirinya.
“Sampai malam ini, saya belum menerima surat pemecatan. Tapi yang heran kenapa kepala desa di Nganjuk dapat WhatsApp blast dari beberapa nomor tidak jelas, dan di situ dikirim foto surat pemecatan saya,” jelas Mohammad Fauzi Irwana.
Anggota DPRD Nganjuk itupun menunjukan sikap protesnya, Menurut Dia, proses pemecatan tidak asal seperti itu.
“Harusnya DPP Demokrat memanggil saya, bukan ujung-ujung main pecat atas rekomendasi DPC Demokrat Nganjuk dan DPD Demokrat Jatim. Cara-cara yang tidak baik dan tidak etis,” tegasnya. (*Dego)






