
CAHAYASIANG.ID, Amurang– Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Amurang melaksanakan kegiatan panen terong, sekaligus langsung mengolah hasil panenandi Sarana Asimilasi dan Edukasi (SAE) Ketahanan Pangan, pada Selasa (14/7/2026).
Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kalapas Amurang, Eduard Kaligis sertadiikuti para pejabat struktural dan seluruh jajaran pegawai itu, merupakan bentuk dukungan terhadap program pembinaan kemandirian warga binaan dan penguatan ketahanan pangan.
Panen terong yang merupakan hasil pengelolaan lahan pertanian, dilakukan secara berkelanjutan melalui program SAE Ketahanan Pangan. Program ini bertujuan mengoptimalkan pemanfaatan lahan produktif sekaligus membekali warga binaan dengan keterampilan di bidang pertanian sebagai bekal ketika kembali ke tengah masyarakat.
Eduard pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran yang telah berkolaborasi sehingga program ketahanan pangan dapat berjalan dengan baik. “Hasil panen tidak hanya dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan kemandirian warga binaan, ” sebutnya.
Pasca panen tersebut, Eduard turut mendampingi kegiatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang dikelola warga binaan dengan memanfaatkan hasil panen yang dilaksanakan di area Lapas Kelas III Amurang.
Dalam kegiatan itu, Eduard memberikan pendampingan dan motivasi kepada warga binaan agar terus mengembangkan kemampuan mengolah hasil panen menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Menurutnya, pembinaan tidak hanya berfokus pada kemampuan bertani, tetapi juga membangun jiwa kewirausahaan sebagai bekal bagi warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.
Pemanfaatan hasil panen terong melalui kegiatan UMKM, menjadi bukti bahwa program ketahanan pangan di Lapas Kelas III Amurang tidak berhenti pada proses budidaya. Melainkan berlanjut hingga pengolahan hasil panen menjadi produk yang lebih bernilai. Melalui inovasi tersebut, hasil pertanian memiliki daya jual yang lebih baik sekaligus membuka peluang usaha bagi warga binaan.
“Sinergi antara program ketahanan pangan dan UMKM merupakan bentuk komitmen Lapas Kelas III Amurang dalam menghadirkan pembinaan yang produktif, kreatif, dan berkelanjutan,” ujar Eduard.
Rangkaian kegiatan ini merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian guna meningkatkan keterampilan dan produktivitas warga binaan, melalui pengolahan hasil pertanian menjadi produk bernilai tambah. Melalui kegiatan ini, Lapas Amurang menegaskan komitmennya dalam mendukung program akselerasi Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, khususnya di bidang ketahanan pangan.
Kegiatan beraama ini juga menjadi wujud penguatan sinergi, semangat gotong royong, dan budaya kerja produktif dalam mewujudkan pemasyarakatan yang berdampak bagi masyarakat. (*/ak)


