• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Saturday, 16 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Krisis Regenerasi Petani, Bertani Adalah Jantung Peradaban

Krisis Regenerasi Petani, Bertani Adalah Jantung Peradaban

15/10/2025
in Opini
0
Share on FacebookShare on Twitter

Oleh: Wildan Shah, Staf Ahli Menpora untuk Urusan Kepemudaan Lintas Sektor 2024-Saat ini, Eks Personel KSP Era Presiden Jokowi.

CAHAYASIANG.ID – Dunia sedang menghadapi krisis yang diam-diam sama berbahayanya dengan perubahan iklim: krisis regenerasi petani.

Dulu, bertani adalah jantung peradaban. Dari tanah yang digarap lahir pangan, budaya, dan kompleksitas ekonomi bagi keberlanjutan hidup manusia.

Namun kini, bagi banyak anak muda, sawah dianggap masa lalu, sementara masa depan tampak berada di kota, di gedung-gedung mewah yang penuh janji modernitas.

Padahal tanpa regenerasi petani, kita kehilangan bukan hanya sumber pangan, tetapi juga kedaulatan ekologi dan keberlanjutan hidup di bumi.

Menurut Agricultural Modernization Theory, regenerasi petani hanya akan terjadi bila pertanian berubah paradigma, dari kerja kasar menjadi profesi modern yang sarat inovasi.

Negara seperti Belanda dan Korea Selatan telah membuktikan bahwa dengan teknologi digital, sistem robotik, dan agribisnis yang efisien, bertani dapat menjadi karier bergengsi, bahkan keren.

Pertanian modern harus membuka ruang bagi sains, teknologi, dan kreativitas untuk hidup berdampingan dengan tradisi.

Namun Youth Transition Theory mengingatkan bahwa modernisasi saja tidak cukup. Anak muda ingin mandiri dan dihargai. Tapi, ketika tanah sulit diakses, harga hasil tani tak menentu, dan pendidikan tak menyiapkan mereka menjadi Petani Keren maka bertani akan tetap dianggap pengorbanan, bukan sebuah impian.

Jika pertanian tidak mampu memberikan secure livelihood, anak muda akan terus meninggalkan sektor ini, mencari masa depan di tempat lain yang lebih menjanjikan.

Sekarang, struktur peluang kerja dan narasi kesuksesan modern lebih banyak mengarah ke sektor non-agraris. Akibatnya, meski pertanian mungkin modern secara teknologi, ia tetap gagal menyediakan pathway sosial-ekonomi yang diidamkan generasi muda.

Karena itu, regenerasi petani perlu mendorong cultural rebranding: perubahan cara pandang kolektif terhadap profesi petani, peternak, nelayan dari simbol keterbelakangan menjadi lambang kemajuan dan gaya hidup budaya pop.

Lebih dari itu, bagi saya, regenerasi petani adalah proses rekoneksi manusia dengan alam dan komunitas lokal yang telah lama terpisah oleh logika industrialisasi dan urbanisasi.

Post Views: 779
Bagikan ini :
Previous Post

Pemberdayaan Masyarakat Sulut, Herol Vresly Kaawoan: Bumdes Menjadi Pioner

Next Post

Wali Kota Andrei Angouw Hadiri Tatap Muka Triwulan III Bersama Pimpinan Rumah Ibadah se Kota Manado

Next Post

Wali Kota Andrei Angouw Hadiri Tatap Muka Triwulan III Bersama Pimpinan Rumah Ibadah se Kota Manado

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In