CAHAYASIANG.ID, Manado – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Manado menggelar kegiatan Sosialisasi Pendidikan Pemilih yang berlangsung di Nusantara Dian Centre (NDC), Senin hingga Selasa (22-23/12/2025).
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pendidikan Pemilih Kepada Delapan Segmen Pemilih” yakni segmen pemula, keagamaan, komunitas, kelompok rentan, pendidikan, masyarakat sipil, partisipasi rendah dan daerah rawan bencana.
Ketua KPU Kota Manado, Ferley Kaparang, saat membuka kegiatan menyampaikan bahwa edukasi ini bertujuan meningkatkan partisipasi masyarakat serta membekali warga agar menjadi pemilih cerdas, khususnya dalam menyambut gelaran Pemilu dan Pilkada serentak tahun 2029 mendatang.
Dikatakan Ferley, ini merupakan kewajiban lembaga untuk mencetak pemilih yang kritis. Menurutnya, tantangan di era digital semakin kompleks karena banyaknya informasi yang dapat memengaruhi psikologi pemilih menjadi apatis dalam Pemilu dan Pilkada.
“Pengalaman kita, pelaksanaan di Kota Manado berbeda dengan daerah lain. Sosialisasi kami lakukan secara masif dengan menyasar delapan segmen. Terutama segmen pemilih pemula yang kami harapkan menjadi ujung tombak di komunitas atau basis masing-masing dengan harapan ada peningkatan partisipasi pemilih,” ujarnya.
Ferley menegaskan bahwa proses Pemilu dan Pilkada kini tidak lepas dari “perang” di media sosial. Munculnya isu negatif dan hoaks menjadi ancaman serius bagi kualitas demokrasi.
“Ada perang darat dan udara dalam proses pemilu, terutama perang udara terkait isu hoaks. Terkait itu kami terus berkolaborasi dengan Bawaslu untuk menangkal hal tersebut agar tidak terjadi deligitimasi terhadap kinerja KPU,” tegasnya.
Menurut Ferley, KPU tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu sangat dibutuhkan kolaborasi dengan media sebagai penyampai informasi kepada masyarakat luas. “Kita perlu klarifikasi isu yang mendelegitimasi peran penyelenggara dan jurnalis bisa memberikan ruang klarifikasi isu-isu yang ada,” tandasnya.
Sosialisasi kepada pemilih menurut Ferley, bukan nanti mulai tahapan atau di TPS, tapi dari sekarang sudah mulai. Sosialisasi pendidikan pemilih ini pun masih terkendala keterbatasan anggaran, sehingga pihaknya memilih mana segmen yang prioritas. “Hindari golput, meski memang memilih itu tidak diwajibkan. Tapi sebisa mungkin ada kesadaran untuk memilih,” pintanya.
Ia juga menyoroti pentingnya aksesibilitas bagi pemilih disabilitas, kelompok keagamaan, hingga masyarakat di daerah kepulauan yang kerap terkendala faktor cuaca. “Tidak menyentuh sosialisasi di sana karena cuaca, tapi KPU Kota Manado tetap mengantisipasi sosialisasi melalui daring,” tutur Ferley.. (ak)





