
CAHAYASIANG.ID, Sulut – Kolaborasi Golden Triangle (Segitiga Emas) antara Tim Penggerak PKK Sulawesi Utara serta Minahasa Utara bersama DPD LPM Sulut, Jumat (12/9) lalu berjalan menarik.
Kegiatan melibatkan kolaborasi Segitiga Emas tersebut, bertempat di Desa Likupang Dua, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara. Dimana, Pemerintah Daerah dengan Komunitas Lokal mendorong pembangunan berbasis rakyat. Sebagaimana asas demokrasi diperuntukan; For The People (Dari Rakyat), By The People (Untuk Rakyat), To The People (Untuk Rakyat).
Perwakilan Tim Penggerak PKK Sulut yang tak ingin namanya dipublikasikan mengatakan, Sinergi ini diyakini tidak hanya menguatkan ekonomi keluarga melalui usaha kecil, tapi menumbuhkan kesadaran kolektif guna menjaga lingkungan tetap bersih dan terjaga.
“Pemberdayaan UMKM dan pengelolaan sampah harus berjalan beriringan. Masyarakat bisa tumbuh tetapi lingkungan harus tetap terjaga,” ungkapnya.
Disisi lain, Ketua DPD LPM, Emi V.M. Maturbongs memberi penegasan, Gerak bersama Tim Penggerak PKK dan Pemda akan jadi mesin penggerak perubahan.
“Kami ingin memastikan potensi UMKM lokal bukan hanya berhenti pada produk, tetapi benar-benar membuka peluang kesejahteraan. Pengelolaan sampah bisa menjadi bagian dari solusi ekonomi kreatif,” ujar salah satu tokoh sentral Wanita Katolik di Sulut.
Selain itu, Sejumlah perangkat teknis daerah ikut terlibat aktif seperti, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pangan, Dinas Kelautan, hingga Dinas PMK. (Deon)





