CAHAYASIANG.ID, Bitung – Capaian kinerja Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut) yang bersama-sama dengan masyarakat, terutama warga Batu Putih di Kota Bitung, mendapat apresiasi Kementerian Kehutanan Republik Indonesia.
Apresiasi ini diberikan oleh Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, yang disampaikan langsung oleh Direktur Jenderal (Dirjen) Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, Catur Endah Prasetiani, disela-sela kegiatan pelepasliaran satwa liar di Taman Wisata Alam (TWA) Batu Putih Bitung.
“Kepala Balai sudah melaporkan potensi-potensi dan keunggalan yang ada juga terkait kegiatan ini terutama di TWA Batu Putih kepada bapak Menteri,” ungkap Prasetiani.

Komitmen yang ditunjukkan melalui harmonisasi dan sinergitas antara BKSDA Sulut berama warga Batu Putih Bitung dalam hal pelestarian satwa dan keanekaragaman hayati, disebut Prasetiani telah dilihat langsung olehnya dan sesuai dengan kenyataan di lapangan.
Kedatangan wisatawan terutama wisatawan asing (wisman) yang dilaporkan meningkat, menurut Prasetiani tidak lepas dari kolaborasi yang terjadi ini. Menurutnya, kunjungan wisatawan terutama wiseman ini, telah memberikan dampak ekonomi yang positif bagi warga lokal.
Ia juga mengpresiasi keterlibatan para Tour Guide (pramuwisata atau pemandu wisata) yang adalah warga lokal yang membantu para wisatawan untuk beraktivitas di TWA Batu Putih. Selain itu, ketersedian hunian-hunian (Homestay) yang ada di Batu Putih dan digunakan para wisman, turut diapresiasi Prasetiani.
Terkait itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Sulawesi Utara (BKSDA Sulut), Danny Hendry Pattipeilohy, menyebutkan bahwa dalam kurun waktu tiga tahun terakhir, jumlah kunjungan wisatawan di TWA Batu Putih mengalami peningkatan. Dimana peningkatan kunjungan tersebut didominasi oleh wisman asal Eropa, Australia dan Amerika.
“Kunjungan wisman dari tahun 2023 hingga 2025 mengalami peningkatan sebesar kurang lebih 82 persen,” tutur Pattipeilohy.

Ia menjelaskan, di kawasan Batu Putih ini tersedia 15 homestay yang dikelola warga lokal, yakni dari warga Kelurahan Batu Putih Atas dan Kelurahan Batu Putih warga.
Lanjutnya, ada 17 kelompok pemandu jasa wisata alam yang beseluruhan beranggotakan 68 delapan orang. “Kesemuanya adalah masyarakat sekitar kawasan TWA Batu Putih dan TWA Batuangus dan berlisensi. Kami selalu membangun komunikasi dan pembinaan seta penguatan kapasitas terhadap mereka,” terang Pattipeilohy.
Selain soal sosial ekonomi tersebut, dalam kegiatan itu Pattipeilohy juga menginformasikan kepada Dirjen terkait peta KPKH Tangkoko, sejarah, luasan, ekosistem dan serta keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya.
Kepada para awak media, Pattipeilohy menjelaskan bahwa Kota Bitung adalah kota kedua susudah Kota Pontianak yang memiliki kawasan hutan yang sangat luas. Dari keseluruhan luas Kora Bitung, 42.67 persen adalah kawasan hutan yang diklasifikasikan sebagai Hutan Lindung (4.611 Ha), Hutan Wisata (1.271 Ha) dan Hutan Cagar Alam (7.495 Ha). (ak)






