CAHAYASIANG.ID, Talaud – Ketua Umum Sinode GERMITA Pdt. Dr. Arnold Abbas, M.Th menghimbau warga masyarakat Talaud khususnya warga GERMITA agar tak mudah terprovokasi dengan berbagai isu yang tujuannya mengadu domba masyarakat dalam menghadapi hajatan pemilu tahun 2024 mendatang.

“Masyarakat Talaud khususnya warga Germita tak boleh mudah diadu domba demi kepentingan orang orang tertentu dalam menghadapi pemilu, namun sebaliknya Warga Talaud harus lebih mengedepankan komunikasi yang dilandasi kesantunan dalam merawat keberagaman dan kebersamaan dalam bingkai kekeluargaan karena dengan itu keutuhan persatuan dan rasa hormat sesama anak Bangsa khususnya warga Talaud dan Germita akan terus dapat di jaga”. Ujar Abas saat disambangi wartawan di ruang kerjanya di kantor Sinode Germita bilangan kelurahan Lirung, Kamis, (21/09/2023)
Selanjutnya tokoh populis tersebut menambahkan bahwa warga Germita harus mampu menciptakan situasi yang kondusif serta menghormati persaudaraan dan kerukunan di bumi Porodisa, karena itu menjadi modal sosial bagi kita untuk membangun Talaud kita yang kita cintai.
“Sekali lagi kita Jangan mudah terpengaruh atau terprovokasi dengan berbagai berita atau ajakan untuk melakukan sesuatu yang sifatnya hanya memecah belah persatuan dan keutuhan masyarakat Talaud” Ujarnya
Ia melanjutkan bahwa saat ini kita sedang menghadapi tahun politik yang sangat rentan terhadap berbagai gejolak dan konflik.
“Masyarakat Talaud harus bijak menerima berbagai berita dan informasi yang bermanfaat bagi kita. Jangan lagi kita mau diadu domba oleh pihak-pihak atau kelompok-kelompok tertentu, yang hanya ingin memanfaatkan situasi untuk kepentingan orang tertentu’
sebagai warga masyarakat yang santun dan berbudaya, mari kita terus jaga ketentraman dan perdamaian di daerah kita” Imbuhmya
Mazmur 133 berkata: “Sungguh alangkah baik dan indahnya, apabila saudara-saudara diam bersama dengan rukun. Sebab kesanalah Tuhan memerintahkan berkat kehidupan untuk selama-lamanya”. Pungkasnya menghimbau sambil mengutip ayat dalam kitab suci. (*Pem)






