
CAHAYASIANG.ID // Gorontalo – Diduga jalankan kampus tidak sesuai, Aktivis desak APH panggil Rektor Universitas Negeri Gorontalo (UNG).
Pasalnya menurut informasi sejumlah Mahasiswa Teknik Sipil UNG, saat menjalankan Praktikum, tidak sengaja ada mahasiswa yang menjatuhkan salah satu alat peraga yang berakibat rusak.
Ironisnya, baik pihak Laboratorium tempat praktikum, Kepala Jurusan (Kajur) dan pihak lainnya pada kampus UNG, mendesak Mahasiswa tersebut untuk melakukan ganti rugi.
Memprihatinkan, mahasiswa yang sebagian besar merantau dengan kondisi ekonomi dibawah rata-rata diberatkan ganti kerugian alat peraga.
Padahal dana kuliah yang dibayarkan sudah termasuk fasilitas yang disiapkan pihak kampus, apalagi Kampus Negeri sekelas UNG, yang pengadaan barangnya berdasarkan aturan perundang-undangan pemerintah yang berlaku. Kenapa harus memberatkan mahasiswa, tukas sejumlah mahasiswa kepada media ini.
Salah satu Aktivis Provinsi Gorontalo, ketua LSM KIBAR Provinsi Gorontalo, Hengki Maliki yang di temui media ini, Jumat (20/01) di salah satu warkop wilayah kota gorontalo menyayangkan pihak Kampus UNG.
“Miris jika fasilitas kampus yang notabene dapat diadakan melalui pengadaan diberatkan kepada mahasiswa. Kan mereka bayar uang kuliah sudah include dengan fasilitas yang ada. Lagipula pos pengadaan alat peraga kampus jelas alokasi anggaran dan aturannya. Jika kemudian memberatkan mahasiswa, hal ini tentu merupakan tindakan yang tidak sesuai, dan perlu tindakan tegas APH” tegas Hengki.
Lebih lanjut Hengki menjelaskan, seharusnya pihak kampus menangani masalah ini dengan cara yang profesional, jangan terkesan menghambat mahasiswa dan memberatkan, kan untuk pengadaan barang di kamous UNG jelas pos-pos anggarannya, apalagi kejadian itu saat pelaksanaan Praktikum, seharusnya bukan tanggung jawab mahasiswa, karena akan memberatkan, terkait hal ini kami mendesak APH memanggil Rektor UNG dan Kepala Laboratorium guna meminta penjelasan, jangan sampai ada indikasi lain, tutup Hengki.
Sampai berita ini diturunkan, Rektor UNG yang di hubungi melalui WhatsApp seluler belum menanggapi. (*Ivan)







